🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang club-player-casino!
Abstrak
Periode prasejarah secara resmi telah berakhir di Indonesia dengan ditemukannya tulisan pertama sekitar abad ke-4 hingga ke-5 Masehi. Namun, di banyak tempat di Indonesia masih terlihat tanda-tanda kelangsungan tradisi prasejarah jauh ke dalam periode sejarah hingga saat ini. Sumber-sumber etnografi yang menggambarkan kehidupan beberapa suku terasing yang agak terisolasi dari laju proses modernisasi di negara ini mengandung indikasi bahwa unsur-unsur prasejarah masih ada dalam kehidupan masyarakat tersebut. Beberapa unsur yang menetap dalam aspek kehidupan sosial-ekonomi dan kepercayaan dapat dikembalikan asal-usulnya pada periode bercocok tanam. Yang paling menonjol di antara sisa-sisa kehidupan itu adalah tradisi pemujaan leluhur, baik yang diwujudkan dalam bangunan megalitik maupun yang dikonsepkan dalam pikiran, meskipun beberapa konsepsi keagamaan seperti Hindu-Buddha, Islam, dan Kristen secara berlapis membentuk spiritualitas Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi literatur, dengan beberapa literatur terkait sesuai konteks. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan sisa-sisa kehidupan prasejarah di beberapa wilayah di Indonesia hingga saat ini.
Kata Kunci
Masyarakat prasejarah, tradisi, budaya
Biografi Penulis
Nuraini Mannan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
Referensi
- Sartono Kartodirdjo, Sejarah Nasional Indonesia, Jakarta. 1977.
- T. Jacob, Studi Tentang Variasi Manusia di Indonesia, Yogyakarta. 1973.
- H.R. van Heekeren, “The Stone Age Of Indonesia”, 1972; hal. 171-172.
- W.G. Solheim II “Notes on Pottery Manufacture near Luang Prabang Laos”, JSS., LV, I, 1907, hal. 81-84
- I.C. Glover, “Pottery Making In Oralan Village, Portuguese, Timor”, ANH, 16 (33), 1968, hal. 77-88.
- L.K. Ara, “ Sinar Harapan”, 1973
- Informasi lisan.
- W.G Solheim II. “ Sa-huynh Related Pottery in Southeast Asia, AP, III, (2), 1959, hal. 186.
- H.R. van Heereken, The Stone Age of Indonesia, 1972, hal. 71.
- RP. Soejono, “Pre histori Irian Barat”. MISI, 1/1, 1963, hal. 2-13.
- J. Danandjaja, “Kebudayaan penduduk Kalimantan Tengah”, Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Djambatan, Djakarta, 1971, hal. 126.
- Kuntjaninggrat, “Kebudayaan Flores”, Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Djakarta, 1971, hal. 188-190.
- T. Asmar, On Megalithic Tradition in Indonesia BASI no. 11., dalam cetakan.
- Penyelidik-penyelidik a.l.: Peter Suzuki (1959), Schnitger (1939), Schroder (1917).
Kasino
Olahraga
casino-en-ligne-depot-5$