🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang baseball-betting-run-line!
Setelah Menyebut Tesla sebagai Gelembung, Michael Burry Memperingatkan Gelembung Semikonduktor
Foto: Akun X Michael Burry
Michael Burry, investor Amerika yang dikenal sebagai tokoh nyata di balik film 'The Big Short', memperingatkan bahwa pasar saham sedang mengalami overheating di tengah demam kecerdasan buatan.
Dalam unggahan media sosial pada 8 Mei, Burry menulis bahwa yang dibicarakan 'tidak ada habisnya tentang AI.' Menceritakan perjalanan jauh sambil mendengarkan siaran bisnis, ia mengatakan tidak mendengar siapa pun membahas topik lain sepanjang hari.
Pasar tidak lagi bergerak berdasarkan fundamental ekonomi seperti laporan ketenagakerjaan atau data sentimen konsumen, tulisnya. Sebaliknya, saham naik karena momentum semata-mata karena sudah naik sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa pasar diombang-ambingkan oleh tema dua huruf—AI—yang semua orang merasa memahaminya. Baginya, situasi ini terasa mirip dengan fase akhir gelembung dot-com tahun 1999-2000.
Pada hari yang sama, S&P 500 mencapai rekor baru setelah data ketenagakerjaan AS bulan April lebih kuat dari perkiraan. Pasar juga mengabaikan penurunan indeks sentimen konsumen University of Michigan ke level terendah sepanjang masa.
Saham semikonduktor terus mencetak rekor tertinggi baru meskipun ada risiko geopolitik di Timur Tengah. Indeks Semikonduktor Philadelphia, yang mencakup Nvidia, Broadcom, Intel, Micron, dan TSMC, telah melonjak sekitar 40% dalam sebulan terakhir. Kenaikan sangat kuat pada produsen unit pemrosesan sentral dan chip memori tradisional seperti Intel, AMD, dan Micron.
Pada 24 April, Burry juga memberi sinyal bahwa ia telah mengambil posisi short di sektor semikonduktor. Ia menulis bahwa jika investor memegang posisi long di saham chip, sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjual.
Setelah penutupan pasar hari itu, ia mengungkapkan apa yang disebutnya sebagai posisi baru: pembelian besar opsi put Januari 2027 dengan harga eksekusi $330 pada iShares Semiconductor ETF (SOXX). Transaksi tersebut merupakan taruhan bahwa SOXX, yang saat ini sekitar $455, akan turun sekitar 30%.
Burry juga menggambarkan aksi pasar saat ini sebagai fenomena teknis textbook. Rangkaian kemenangan 18 sesi, menurutnya, mencerminkan faktor teknis bukan fundamental.
Burry menghasilkan kekayaan dengan memprediksi keruntuhan hipotek subprime selama krisis keuangan AS 2008 dan bertaruh melawan pasar perumahan. Kisahnya kemudian diangkat menjadi film tahun 2015 'The Big Short'.
Namun, Wall Street bersikap hati-hati terhadap prediksi terbarunya. Beberapa perkiraan bearishnya sejak krisis 2008 meleset. Pada tahun 2021, Burry menyebut saham Tesla sebagai 'gelembung.' Elon Musk, CEO Tesla, menanggapinya dengan mengejeknya sebagai 'jam rusak.'
Kasino
Olahraga
addis-bet