🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang lem-karet-bet-pingpong-terbaik!
Perbedaan Kit Rem dengan Tipe Rotor yang Berbeda
Penting untuk memahami perbedaan modifikasi pada rotor dan bagaimana hal tersebut dapat menguntungkan Anda.
Ilmu di Balik Perpindahan Panas pada Rotor
Lubang bor dan alur pada rotor keduanya dapat meningkatkan pengereman, tetapi dalam skenario pengereman yang berbeda. Untuk memahami bagaimana modifikasi rotor ini dapat meningkatkan daya henti, pertama-tama perlu memahami tiga bentuk perpindahan panas:
- Konduksi: Ketika terdapat gradien suhu dalam suatu benda, energi panas akan mengalir dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah. Inilah konduksi. Panas konduksi mengalir dari tepi rotor melalui bantalan hub, dan juga mengalir melalui bantalan rem ke kaliper.
- Konveksi: Aliran udara menghilangkan panas dari suatu benda. Biasanya, semakin tinggi aliran udara di atas rotor, semakin banyak panas yang dihilangkan. Sirip rotor berfungsi seperti bilah kipas untuk memindahkan udara dari bagian dalam rotor ke tepi luar. Sirip rotor membantu menghilangkan panas melalui konveksi.
- Radiasi: Panas dihilangkan melalui radiasi inframerah (radiasi elektromagnetik yang tidak terlihat). Setelah mengemudikan mobil, berhenti dan buka kap mesin, Anda dapat merasakan panas dengan tangan di atas mesin tanpa menyentuhnya. Anda sedang merasakan radiasi inframerah yang keluar dari mesin.
Ketiga metode perpindahan panas terjadi saat Anda mengerem. Saat pengereman normal, perpindahan panas sekitar 25% konduksi, 35% konveksi, 40% radiasi. Untuk pengereman kecepatan tinggi bersuhu tinggi, perpindahan panas sekitar 15% konduksi, 40% konveksi, 45% radiasi. Pada kecepatan tinggi, perpindahan panas konveksi sangat penting. Inilah mengapa lubang bor dapat membantu menurunkan temperatur rem. Lubang bor membantu aliran udara melalui sirip. Temperatur rem bisa turun hingga 180 derajat. Bantalan rem bekerja lebih baik pada suhu yang lebih rendah, dan Anda juga mengurangi risiko getaran rem.
Jadi, Berlubang atau Beralur?
Rotor beralur tidak meningkatkan perpindahan panas. Namun, alur dapat meningkatkan output rem dengan menghilangkan gas dan debu yang terperangkap di antara bantalan dan rotor. Gas dan debu ini mengurangi gaya gesekan dengan mencegah bantalan bersentuhan penuh dengan rotor.
Jika memilih antara lubang bor dan alur, lubang bor akan memberikan daya pengereman yang lebih baik dibanding alur untuk berkendara normal di kota/jalan raya. Inilah sebabnya rotor pada mobil mewah biasanya dilubangi, bukan beralur. Namun, untuk balap lintasan (pengereman kecepatan tinggi), rotor beralur adalah pilihan yang lebih baik.
Kasino
Olahraga
football-betting-slip