Aplikasi Populer

Google Play ID Studio
4.321
287 rb ulasan
567 jt+
Didownload
18+
Rating Konten
Resmi & Terverifikasi ⚡ Akses Instan 🔥 Promo Terbatas
💳 Pilih paket keuntungan Anda:
Rp 50.000 Rp 150.000 578% OFF
Tangkapan Layar Tangkapan Layar Tangkapan Layar Tangkapan Layar

Tentang aplikasi ini

arrow_forward

🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang betting-offers-today!

AJI Temukan 69 Jenis Konten Medsos di Indonesia Lebih Pro Rusia Soal Invasi Ukraina

Invasi Rusia di Ukraina telah berlangsung hampir setahun. Perang masih berlangsung dan belum ada tanda kapan akan berakhir.

Sejak Rusia menyerang Ukraina, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat regional, tetapi juga global. Di Indonesia, kecenderungan masyarakat lebih pro-Rusia, terlihat dari berbagai konten yang beredar di media sosial.

Sekjen Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ika Ningtyas, yang juga terlibat dalam tim pemeriksa fakta, menemukan 69 jenis konten dengan narasi berbeda terkait invasi Rusia di Ukraina. Konten ini beredar di media sosial, khususnya di kalangan warganet Indonesia.

Ika mengatakan, dari 69 jenis konten ini, mereka mengelompokkan tujuh kategori narasi pro-Rusia yang beredar, seperti: kedekatan Rusia dan Indonesia, situasi Eropa atau Amerika Serikat (AS), situasi konflik, kondisi pemerintah Ukraina, kedekatan Rusia dengan Islam, peran Presiden Joko Widodo atau Indonesia, dan kondisi pengungsi dan korban.

Ika mencontohkan, banyak konten yang menyatakan bahwa Indonesia mendukung invasi Rusia di Ukraina. Selain itu, muncul narasi bahwa Rusia siap mengerahkan rudal atau senjata nuklir ke Eropa atau AS.

"Video-video lama yang tidak terkait dengan invasi tetapi diklaim sebagai bagian dari invasi Rusia ke Ukraina. Ada juga yang membahas kehebatan Rusia dan Ukraina selalu kalah," paparnya dalam seminar Misinformasi dan Disinformasi Seputar Invasi Rusia ke Ukraina di Jakarta Pusat, Rabu (8/2).

Selain itu, banyak konten disinformasi yang menyebut Putin masuk Islam dan akan menyerang Israel. Ika juga menemukan banyak video parodi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Menurutnya, hal ini sangat disayangkan karena seolah-olah dengan parodi tersebut, orang tidak perlu berempati pada korban perang.

Dia menambahkan, disinformasi yang beredar sangat masif dan mempengaruhi persepsi publik serta pemerintah di suatu negara. Masyarakat Indonesia kemudian menjadi lebih bersimpati kepada Rusia daripada Ukraina yang menjadi sasaran agresi.

Dari berbagai konten yang beredar, Ika mengatakan 90% formatnya berupa video panjang. Konten ini beredar di berbagai platform seperti YouTube, TikTok, Telegram, Facebook, dan Twitter.

Pihaknya juga mengidentifikasi tiga jenis akun penyebar disinformasi ini, yaitu akun baru tanpa identitas yang dibuat tak lama setelah invasi, akun lama yang fokus pada militer, dan akun warganet yang pro-Rusia.

Sementara itu, menurut Akademisi Universitas Airlangga, Radityo Dharmaputra, maraknya disinformasi itu salah satunya karena kurangnya pemahaman masyarakat Indonesia tentang hubungan Rusia-Ukraina. Selain itu, pakar atau akademisi yang khusus mempelajari persoalan Rusia-Ukraina masih jarang di Indonesia.

Radityo mengatakan, saat awal invasi, beredar narasi yang menganalogikan perang Rusia-Ukraina seperti konflik suami istri.

"Analogi itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi selama sekian tahun. Itu bagian dari disinformasi. Penyebab perang tidak hanya satu aspek, tetapi banyak," jelasnya.

Dia juga mengkritisi media yang tidak memberi porsi pemberitaan yang cukup tinggi terhadap korban.

"Ini sangat jarang ditemui, menjelaskan dari sudut pandang korban," ujarnya.

Selain itu, dia juga menyinggung soal penggunaan terminologi oleh media. Ada media yang hanya menyebut konflik antara Rusia-Ukraina, bukan invasi, padahal jelas tindakan Rusia adalah agresi oleh satu pihak.

Dampak disinformasi terhadap Ukraina

Pakar komunikasi strategis dari Ukraina, Liubov Tsybulska, mengatakan dampaknya adalah banyak orang Ukraina yang terbunuh. Menurutnya, disinformasi ini adalah bagian dari propaganda Rusia.

"Implikasi misinformasi sangat terasa. Karena itulah media perlu memiliki tim pemeriksa fakta," pungkasnya.
Diupdate pada
2026-07-24
Kasino Olahraga bet-butterfly-stayer-1200

Keamanan data

Keamanan dimulai dengan memahami cara developer mengumpulkan dan membagikan data Anda. Praktik privasi dan keamanan data dapat bervariasi berdasarkan penggunaan, wilayah, dan usia Anda.
share Tidak ada data yang dibagikan kepada pihak ketiga
cloud_off Tidak ada data yang dikumpulkan
lock Data dienkripsi saat transit

Peringkat dan ulasan

Pengguna_sq10
⭐⭐⭐⭐⭐ · 2026-07-24
We offer entertainment for the rich, namely online casinos.
203 orang menganggap ini berguna
Player_nf
⭐⭐⭐⭐⭐ · 2 hari yang lalu
Sangat aman dan cepat! Saya bisa mengakses semuanya tanpa masalah. Sangat merekomendasikan Aplikasi Populer.
576 orang menganggap ini berguna

Pertanyaan Umum (FAQ)

T: Bagaimana cara mengunduh Aplikasi Populer?
J: Cukup klik tombol instal berwarna hijau di bagian atas dan ikuti instruksi amannya.

T: Apakah ada aplikasi palsu Aplikasi Populer?
J: Unduh hanya dari sumber resmi untuk mendapatkan Aplikasi Populer asli yang 100% aman.

Aplikasi Serupa