Aplikasi Populer

Google Play ID Studio
4.469
995 rb ulasan
834 jt+
Didownload
18+
Rating Konten
Resmi & Terverifikasi ⚡ Akses Instan 🔥 Promo Terbatas
💳 Pilih paket keuntungan Anda:
Rp 50.000 Rp 150.000 978% OFF
Tangkapan Layar Tangkapan Layar Tangkapan Layar Tangkapan Layar

Tentang aplikasi ini

arrow_forward

🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang toto-4d!

DIDIK, PENDIDIKAN

Dalam Yudaisme kedudukan anak dipandang tinggi sekali, seperti terang terbukti dalam beberapa bagian Misyna dan Talmud. Mengenai hal ini, Yesus mengajarkan tingginya nilai anak-anak, baik melalui perlakuan-Nya yg lembut terhadap mereka, maupun dalam ajaran-Nya mengenai mereka. Justru dalam PL, Apokrifa dan Misyna, ada beberapa kitab sumber untuk mempelajari pendidikan, yaitu: Ams, Yesus bin Sirakh, Kebijaksanaan Salomo dan Pirqe Abot, terpisah dari singgungan-singgungan dalam kitab-kitab lainnya. Pada pihak lain, keterangan rinci mengenai pengajaran resmi hanya sedikit. Memang agak ganjil, bahwa kata Yunani 'skhole (= sekolah) hanya terdapat satu kali dalam Kitab Suci, dan itu pun hanya memaksudkan ruang kuliah saja, yg dipinjam oleh Paulus (Kis 19:9), bukan memaksudkan suatu sekolah Yahudi atau Kristen.

I. Hubungan sekolah pertama dengan agama

Ada tiga peristiwa mencolok dalam sejarah pendidikan Yahudi. Dan peristiwa-peristiwa ini berpusat pada tiga pribadi, yaitu Ezra, Simon bin Syetah dan Yosua bin Gamala. Adalah Ezra yg menetapkan Kitab Suci (seperti yg ada pada waktu itu) sebagai dasar untuk pengajaran resmi; dan para penerusnya melanjutkannya dengan menjadikan sinagoge tempat mengajar maupun tempat ibadah. Simon bin Syetah mengundangkan kr thn 75 sM, bahwa pendidikan dasar diwajibkan. Yosua bin Gamala meningkatkan organisasi yg sudah ada, dengan mengangkat guru di tiap propinsi dan kota, satu abad kemudian. Tapi di luar itu tidaklah mudah menentukan tanggal setiap upaya pembaruan. Asal mula sinagoge sekalipun masih gelap, walaupun itu dianggap mungkin timbul pada zaman Pembuangan. Schurer meragukan kebenaran sifat kesejarahan dari pemberlakuan undang-undang Simon bin Syetah, walaupun kebanyakan ahli menerimanya. Bagaimanapun juga, bukan Simon yg menetapkan kewajiban berpendidikan sekolah dasar itu. Ia hanya memperluas penerapannya saja. Simon dan Yosua sama sekali tidak mencampuri kebiasaan-kebiasaan dan metode yg berlaku, dan memang Ezra pun hanya memantapkan hubungan agama yg semula dengan hidup sehari-hari. Justru lebih baik membagi uraian ini menurut pokok-pokok daripada menurut tanggal, karena tidak seorang pun dari ketiga tokoh itu mengadakan perubahan-perubahan mendasar.

II. Perkembangannya

Tempat belajar pada mulanya adalah rumah, dan para pengajar ialah orangtua; dan pengajaran di rumah ini tetap merupakan bagian penting sepanjang zaman Alkitab. Dalam perkembangan pendidikan ini, di kemudian hari sinagoge menjadi tempat mengajar. Memang PB dan Filo menopang pandangan Schurer, bahwa tujuan utama dari sinagoge ialah bersifat pengajaran, dan kemudian hanya bersifat ibadah; pelayanan Yesus di sinagoge ialah 'mengajar' (bnd Mat 4:23). Muda-mudi diajar di gedung sinagoge atau di rumah yg berdekatan. Di kemudian hari guru mengajar di rumahnya sendiri, seperti terbukti dari ungkapan Aram untuk'sekolah', yaitu bet safera, harfiah 'rumah guru' atau 'rumah pengajar'. Serambi-serambi Bait Suci ternyata sangat berguna bagi para rabi, dan Yesus melaksanakan banyak pengajaran-Nya di sana (bnd Mat 26:55). Pada zaman Misynah, para rabi utama memiliki sekolah-sekolah mereka sendiri untuk perguruan tinggi. Corak ini mungkin bermula pada zaman Hilel dan Syamai dua orang rabi termasyhur pada abad 1 sM. Suatu sekolah dasar disebut bet has-sefer, 'rumah kitab', sedang sekolah untuk pendidikan tinggi disebut bet midrasy 'rumah penelitian.'

III. Mengajar sebagai tugas tetap

Pengajar-pengajar pertama ialah orangtua seperti sudah kita lihat, kecuali dalam hal pendidikan anak-anak raja (2 Raj 10:1). Pentingnya tugas ini ditekankan di sana sini dalam Pentateukh (ump Ul 4:9). Bahkan sampai pada zaman Talmud pun masih termasuk tanggung jawab orangtua untuk mengajarkan Taurat, mengajarkan keterampilan kerja dan mengawinkan anaknya. Sesudah zaman Ezra timbul suatu pekerjaan baru, yaitu pekerjaan para ahli Taurat (sofer), yaitu pengajar di sinagoge. Tapi pada zaman PB sifat para ahli Taurat berubah. 'Orang berhikmat' agaknya sudah menjadi serikat sekerja yg berbeda dari kelompok ahli Taurat, tapi sifat dan tugas mereka yg pasti masih belum jelas. Sudah pasti bahwa 'orang berhikmat' berulang kali disebut dalam Kitab Ams dan sastra hikmat yg kemudian.

Pada zaman PB ada tiga golongan guru, yaitu khakham, sofer dan khazzan ('petugas'), dalam urutan menurun. Diduga Nikodemus termasuk golongan tertinggi, 'para ahli Taurat' (Luk 5:17, di sini kata Yunaninya ialah nomodidaskalos) termasuk golongan terendah. Istilah umum 'guru' (Ibrani melammed; Aram safera) biasanya dipakai untuk golongan paling rendah. Tapi gelar-gelar kehormatan yg diberikan kepada para guru (yaitu rabi dst) mengisyaratkan tanda hormat terhadap kedudukan mereka. Idealisnya mereka seharusnya tidak digaji untuk mengajar, tapi kerapkali dengan khayalan hormat mereka diberi suatu upah untuk 'waktu yg mereka luangkan', bukan untuk pekerjaan. Kitab Eklesiastikus 38:24 dab menganggap pekerjaan kasar dengan tangan di bawah martabat guru; disamping itu, waktu luang merupakan penopang yg harus ada, demi tugasnya. Tapi kemudian ada banyak rabi yg mempelajari suatu kejuruan. Pandangan Paulus dapat dilihat dalam 1 Kor 9:3 dab. Talmud memberikan ketentuan keras tentang syarat-syarat guru. Sangat menarik perhatian, bahwa tidak satu pun dari syarat itu yg menuntut pendidikan akademis, semuanya bersifat susila, kecuali peraturan-peraturan yg menentukan bahwa guru 'harus laki-laki dan harus kawin.'

IV. Wawasan pendidikan

Wawasan ini tidak begitu luas pada zaman kuno. Si anak biasanya belajar petunjuk susila dari ibunya, dan suatu kejujuran — umumnya mengenai pertanian, ditambah sedikit pengetahuan tentang agama dan tata ibadah, dari ayahnya. Saling mempengaruhi antar keagamaan dengan hidup pertanian akan terbukti sendiri pada tiap pesta (bnd Im 23, passim). Pesta-pesta itu mengajarkan juga sejarah keagamaan (bnd Kel 13:8). Jadi pada saat permulaan sekalipun, hidup sehari-hari bersama kepercayaan dan praktik keagamaan tidak dapat dipisahkan. Hal ini lebih mencolok berlaku dalam sinagoge, karena di sana satu-satunya kekuasaan ialah Kitab Suci, baik untuk kepercayaan maupun perilaku sehari-hari. Memang, hidup itu sendiri dianggap sebagai suatu 'didikan' (Ibrani musar, suatu kata yg sering muncul dlm Ams ump 1:2,7; 4:13 dab). Maka pendidikan bersifat dan tetap bersifat keagamaan dan susila, dengan Ams 1:7 sebagai mottonya. Kemampuan membaca termasuk syarat dasar untuk meneliti Kitab Suci; kemampuan menulis nampaknya kurang pentingnya walaupun hal itu sudah merupakan kebutuhan pada zaman Hak 8:14. Ilmu hitung dasar diajarkan juga. Bahasa tidak diajarkan secara khusus, tapi baiklah diingat bahwa karena bh Aram menjadi bahasa sehari-hari, maka penelitian Kitab Suci Ibrani menjadi latihan (ilmu) bahasa.

Pendidikan anak-anak perempuan Israel seluruhnya di tangan ibu mereka. Mereka mempelajari keterampilan rumah tangga, petunjuk susila sederhana, dan mereka diajar membaca supaya bisa membaca Taurat. Tapi pendidikan mereka dianggap penting, dan malahan mereka didorong untuk mempelajari suatu bahasa asing. Ibu raja Lemuel kelihatannya terbukti menjadi guru yg cakap bagi Lemuel sendiri (Ams 31:1); ps ini menunjukkan juga sifat dari ibu yg ideal.

V. Metode dan tujuan

Metode pengajaran sebagian besar ialah mengulangi; kata kerja Ibrani syana yg artinya 'mengulangi', kemudian mendapat arti 'belajar' dan 'mengajar' juga. Maka digunakanlah muslihat-muslihat tahan ingat seperti akrostik. Kitab Suci menjadi buku pegangan, tapi bahwa kitab-kitab lainnya juga dikenal dibuktikan oleh Pkh 12:12. Makna tempelak dikenal (Ams 17:10, hardikan), tapi tekanan yg diberikan pada penghajaran badani terdapat dalam Kitab Ams dan Yesus bin Sirakh. Pada zaman Misyna didikan menjadi jauh lebih halus lembut.

Hingga ke suatu kurun waktu yg cukup lama, kebiasaan bagi murid ialah duduk di tanah dekat kaki gurunya, seperti (yg dilakukan) Paulus dekat kaki Gamaliel (Kis 22:3). Bangku (safsal) adalah ciptaan di kemudian hari.

Seluruh tujuan pendidikan Yahudi ialah menjadikan orang Yahudi (hidup) kudus, terpisah dari tetangganya dan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan praktis. Namun tak dapat diragukan adanya sekolah-sekolah menurut pola Yunani, terutama dalam abad-abad terakhir sM, dan memang Yesus bin Sirakh mungkin ditulis untuk memerangi kekurangan-kekurangan dalam pengajaran non-Yahudi seperti itu. Sekolah-sekolah yg bersifat Helenis bahkan di Palestina pun ada, tapi tentu lebih banyak di tengah-tengah masyarakat Yahudi di tempat-tempat lain, terutama di Aleksandria.

Dalam gereja pertama sang anak dan orangtua dinasihati bagaimana berkelakuan sepatutnya yg satu terhadap yg lain (Ef 6:1,4). Pejabat-pejabat gereja harus tahu mengendalikan anak-anaknya sendiri. Pada zaman dahulu tak ada sekolah Kristen, karena (antara lain) gereja terlalu miskin untuk membiayainya. Tapi anak-anak turut dalam persekutuan jemaat, dan mereka pasti mendapat pengajaran-pengajaran di sana disamping di rumah.
Diupdate pada
2026-07-24
Kasino Olahraga maxwin-bet-200-berapa-rupiah

Keamanan data

Keamanan dimulai dengan memahami cara developer mengumpulkan dan membagikan data Anda. Praktik privasi dan keamanan data dapat bervariasi berdasarkan penggunaan, wilayah, dan usia Anda.
share Tidak ada data yang dibagikan kepada pihak ketiga
cloud_off Tidak ada data yang dikumpulkan
lock Data dienkripsi saat transit

Peringkat dan ulasan

Pengguna_dv492
⭐⭐⭐⭐⭐ · 2026-07-24
Unduh APK Slot Joker Treasure 0.3 untuk Android sekarang juga. Tanpa biaya tambahan. Penilaian pengguna untuk Slot Joker Treasure: 0 ★
845 orang menganggap ini berguna
Player_no
⭐⭐⭐⭐⭐ · 2 hari yang lalu
Sangat aman dan cepat! Saya bisa mengakses semuanya tanpa masalah. Sangat merekomendasikan Aplikasi Populer.
265 orang menganggap ini berguna

Pertanyaan Umum (FAQ)

T: Bagaimana cara mengunduh Aplikasi Populer?
J: Cukup klik tombol instal berwarna hijau di bagian atas dan ikuti instruksi amannya.

T: Apakah data saya aman di Aplikasi Populer?
J: Ya, Aplikasi Populer menggunakan enkripsi tingkat bank untuk melindungi semua data pribadi Anda.

Aplikasi Serupa