Aplikasi Populer

Google Play ID Studio
4.200
54 rb ulasan
416 jt+
Didownload
18+
Rating Konten
Resmi & Terverifikasi ⚡ Akses Instan 🔥 Promo Terbatas
💳 Pilih paket keuntungan Anda:
Rp 50.000 Rp 150.000 89% OFF
Tangkapan Layar Tangkapan Layar Tangkapan Layar Tangkapan Layar

Tentang aplikasi ini

arrow_forward

🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang mpo-333-bet!

Beda Blockchain dengan Bitcoin

Bitcoin kembali ramai dibicarakan belakangan ini. Nilai satuannya sempat melesat hingga US $17.000 (Rp230,2 juta) pada Jumat (8/12/2017), walau kemudian turun lagi hingga sedikit di atas US $15.000. Padahal pada Januari 2017, nilai satu koinnya hanya sekitar US $800. Kenaikan yang luar biasa itu membuat para pemiliknya kini telah menjadi jutawan, bahkan miliarder, baru. Salah satu jenis cryptocurrency—mata uang digital yang menggunakan kriptografi untuk keamanan yang membuatnya tidak dapat dipalsukan—ini memiliki sifat yang sama layaknya valuta yakni memiliki nilai tukar dengan mata uang tertentu yang fluktuatif. Mendengar Bitcoin maka terangkat juga nama Blockchain yang menyertainya.

Pada awalnya, seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto, memperkenalkan Bitcoin pada 2008. Hingga saat ini ia atau mereka belum diketahui identitas aslinya. Satoshi Nakamoto hanya bisa dihubungi melalui surel dan media sosial. Dalam sebuah artikel pada 2015, Wired menduga Nakamoto adalah seorang pria jenius dari Australia, Craig Steven Wright. Namun hingga saat ini dugaan itu belum terbukti. Untuk menjalankan Bitcoin itu, Satoshi Nakamoto menciptakan sistem database yang kemudian disebut Blockchain. Secara sederhana Blockchain adalah "buku besar publik" (digital ledger) untuk memastikan bahwa setiap transaksi yang terjadi menggunakan Bitcoin yang valid dan pergerakan uang itu tercatat jelas.

Pada perkembangannya, dituturkan Harvard Business Review, Blockchain diketahui bisa dipisahkan dari Bitcoin dan digunakan untuk hal lain terkait kerja sama antar-organisasi atau individu. Beberapa cryptocurrency lainnya memanfaatkan teknologi tersebut, misalnya:

- Ripple
- Litecoin
- Nubits
- Paycoin
- Dogecoin
Dengan teknologi sistem basis data ini, maka semua transaksi pengguna cryptocurrency dapat tercatat dalam blok-blok yang terlindungi dengan sandi-sandi rumit. Cakupan besarnya, Blockchain akan dapat dilihat secara umum (sumber terbuka) layaknya buku kas induk di bank yang mencatat semua transaksi nasabah. Karena bisa dilihat secara umum, kemungkinan terjadinya penipuan bisa diminimalkan. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk perjanjian berbasis kontrak pintar lainnya, dan bekerja sedemikian rupa sehingga tidak ada satu entitas pun yang mengatur transaksi—karena setiap orang mengatur setiap transaksi.

Untuk menjelaskan lebih lanjut, seorang pendiri perusahaan blockchain menerangkan apa itu Blockchain kepada media (6/12). Tak ubahnya seperti sistem Android di mana aplikasi berjalan dengan sistem tersebut, "Bitcoin adalah aplikasi di atas blockchain. Blockchain memiliki aplikasi yang jauh lebih baik dari sekedar bitcoin," katanya. Blockchain menggunakan sistem terdesentralisasi yang memungkinkan efisiensi. Ketika seseorang membeli koin Bitcoin, sistem komputer yang terhubung jaringan Blockchain akan mencatat dan memberikan validitas secara otomatis. Sehingga, minim kesalahan, cepat, lebih murah dan mudah. "Kalau di Bitcoin, misalnya ada satu koin Bitcoin. Saya akan memberikan satu Bitcoin ini pada orang A. Komputer saya akan memberitahukan ke seluruh jaringan Bitcoin untuk mencatat bahwa koin itu sekarang milik A jadi ketika koin itu diklaim orang lain, maka akan ketahuan itu bohong. Karena, pemiliknya adalah A," jelasnya. Blockchain memanfaatkan konsensus, kondisi yang tercapai ketika semua peserta dalam jaringan menyetujui validitas sebuah transaksi dengan mencatat apa yang tercatat oleh komputer dalam data besar cocok satu sama lain.

Bitcoin Ditolak, Blockchain Tidak

Melalui Menteri Komunikasi dan Informatika, Indonesia sudah menyatakan menentang keberadaan Bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Meski demikian, sang menteri mengatakan bahwa pihaknya tidak menolak kehadiran Blockchain. "Blockchain itu sesuatu yang tidak bisa dihindari sehingga saya mendukung karena apa? Karena teknologi ini bisa memberikan transparansi. Itu nanti akan memudahkan KPK nantinya," ujarnya dikutip dari media (6/12). Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Blockchain bisa diterapkan di perbankan. Sebab, teknologi ini memudahkan bank untuk bisa melacak kapan, ke mana, dari mana, dan berapa, uang yang berpindah dari satu bank ke bank lain. Sementara Bitcoin menurutnya seperti komoditas. Tidak seperti Blockchain yang digunakan perbankan, mata uang kripto ini tidak jelas asal usulnya. "Itu yang dijual kan komoditas. Saya hari ini beli 10 juta, besok saya beli 11 juta. Itu siapa pemiliknya, gimana asal usulnya? Kan nggak ada," paparnya.

Sebelumnya, seorang pejabat Bank Indonesia mengatakan, penggunaan Bitcoin menyalahi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017. Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa Rupiah adalah mata uang yang sah di dalam negeri. Lima bank besar asal Indonesia juga terlihat sedang bersiap menerapkan teknologi Blockchain. Mereka bekerja sama dengan perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat. Kelima bank tersebut adalah sejumlah bank nasional seperti dilansir dari media (8/12).

Direktur Utama perusahaan teknologi tersebut menjelaskan bahwa manfaat teknologi Blockchain untuk industri perbankan adalah mempercepat transaksi pengiriman uang dari satu negara ke negara lain. Selama ini, untuk transaksi pengiriman uang harus melalui negara yang bersangkutan dahulu baru masuk ke bank di negara tersebut. Ia menjelaskan, dengan teknologi Blockchain, transaksi sampai uang diterima dari pengirim ke penerima dapat dilakukan hanya dalam waktu 15 detik. Secara resmi, kata dia, teknologi Blockchain dipakai untuk transaksi pengiriman antar negara mulai beroperasi pada kuartal I 2018. Perusahaan tersebut juga tidak berjalan secara independen, melainkan akan terus melaporkan perkembangan Blockchain kepada Otoritas Jasa Keuangan agar teknologi ini tetap pada jalur resminya, sesuai dengan aturan dari pemerintah Indonesia.
Diupdate pada
2026-07-24
Kasino Olahraga chelsea-v-tottenham-betting-tips

Keamanan data

Keamanan dimulai dengan memahami cara developer mengumpulkan dan membagikan data Anda. Praktik privasi dan keamanan data dapat bervariasi berdasarkan penggunaan, wilayah, dan usia Anda.
share Tidak ada data yang dibagikan kepada pihak ketiga
cloud_off Tidak ada data yang dikumpulkan
lock Data dienkripsi saat transit

Peringkat dan ulasan

Pengguna_qi802
⭐⭐⭐⭐⭐ · 2026-07-24
NOVA88 merupakan bursa taruhan bola online resmi dan terpercaya sebagai agen taruhan bola terbaik di asia, Nikmati kemudahan akses melalui link alternatif daftar nova88.
349 orang menganggap ini berguna
Player_pe
⭐⭐⭐⭐⭐ · 2 hari yang lalu
Sangat aman dan cepat! Saya bisa mengakses semuanya tanpa masalah. Sangat merekomendasikan Aplikasi Populer.
394 orang menganggap ini berguna

Pertanyaan Umum (FAQ)

T: Bagaimana cara mengunduh Aplikasi Populer?
J: Cukup klik tombol instal berwarna hijau di bagian atas dan ikuti instruksi amannya.

T: Bagaimana reputasi Aplikasi Populer di mata publik?
J: Aplikasi Populer memiliki reputasi excellent dengan jutaan ulasan positif dari pengguna di seluruh dunia.

Aplikasi Serupa