🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang glory-bet-77-slot!
Identifikasi Molekuler dan Potensi Bioteknologi Jamur yang Berasosiasi dengan Cerithidea cingulata dan Lottia scabra sebagai Penghasil Enzim Ekstraseluler dan Agen Anti-Vibriosis
Mangrove merupakan ekosistem yang kompleks, unik, dan dinamis yang menjadi habitat bagi organisme yang memiliki adaptasi fisiologis khusus terhadap fluktuasi salinitas, suhu, dan pH. Gastropoda memiliki peran penting dalam ekosistem mangrove untuk siklus dan jaring-jaring makanan dengan membantu menyediakan nutrisi dan mikrohabitat bagi mikroba. Jamur mikro yang diisolasi dari ekosistem mangrove merupakan sumber enzim dan senyawa bioaktif yang produktif seperti antibakteri dan antijamur. Dalam penelitian ini, kami mengeksplorasi aktivitas enzimatik dan anti-vibrio dari jamur yang berasosiasi dengan gastropoda laut Cerithidea cingulata dan Lottia scabra yang dikumpulkan di tiga hutan mangrove di Sulawesi Utara, Indonesia. Jamur yang berasosiasi dengan spesimen diinokulasi pada malt extract agar (MEA) menggunakan metode tapping. Uji enzimatik dan anti-vibrio dilakukan dengan metode plug. Efek positif senyawa jamur terhadap Vibrio ditunjukkan oleh zona bening yang terbentuk di sekitar isolat. Sebanyak 13 spesies jamur diisolasi dari C. cingulata (19MB-C5 dan 19MBa-A4) dan L. scabra (19MT-07 dan 19MT-18). Sebagian besar isolat jamur memiliki tingkat pertumbuhan sedang. Isolat dengan aktivitas selulolitik, proteolitik, dan anti-vibriosis tertinggi (Vibrio parahaemolyticus, V. harveyi, V. vulnificus, dan V. alginolyticus), berasal dari C. cingulata 19MB-C5, yang berkerabat dekat dengan Aspergillus niger, sebagaimana diungkapkan oleh analisis molekuler menggunakan primer universal ITS1 dan ITS4 (nilai similaritas 99%). A. niger 19MB-C5-3 memiliki potensi sebagai agen bioremediasi dan anti-vibrio yang dapat diaplikasikan dalam akuakultur.
Kata Kunci
enzim; jamur; mangrove; vibriosis
Kasino
Olahraga
understanding-betting