🔥 Selamat datang di Aplikasi Populer — Jelajahi tren terbaru tentang mega-casino-online!
Arti Kiasan Benda-Benda Lambang
- Gunung dan atau Bukit Mengkiaskan kemegahan, kejayaan, kepribadian luhur, bahwa dalam sejarahnya Sumatera Selatan disebut juga bumi kedatuan Sriwijaya sebagai suatu Bangsa dan Negara merdeka dan berdaulat pertama bagi Tanah Air Indonesia.
- Jembatan “Ampera” (Amanat Penderitaan Rakyat) Melintang di atas sungai Musi yang menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir kota Palembang. Mengkiaskan bahwa kemerdekaan itu adalah hak azazi manusia dan kemerdekaan adalah jembatan untuk mencapai/mewujudkan keadilan, kemakmuran, kesejahteraan, kecerdasan, keamanan dan ketenangan serta kejayaan negara dan bangsa berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Jembatan Ampera merupakan amanat penderitaan rakyat, setelah diperjuangkan oleh pahlawan-pahlawan nasional putra bangsa umumnya, Sultan Mahmud Badaruddin II pahlawan nasional pada khususnya dengan melakukan perlawanan terhadap penjajah, dilanjutkan perjuangan perintis kemerdekaan, pejuang pendobrak tahun 1945 yang berhasil menegakkan kembali kemerdekaan. Selanjutnya perjuangan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya masyarakat bangsa seluruhnya, perjuangan ini untuk diterus-lanjutkan oleh generasi-generasi berikutnya.
- Sembilan Aliran Sungai atau disebut Batang Hari Sembilan Sungan batang hari sembilan yang berada dalam wilayah Sumatera Selatan mengalir dari uluan daerah pedalaman ke sungai Musi dan akhirnya ke laut dalam wilayah Negara kesatuan Republik Indonesia. Lambang ini mengkiaskan, banyak anak suku, bahasa, seni budaya dan adat istiadat dalam wilayah daerah Sumatera Selatan, namun tetap dalam satu kesatuan dan persatuan Sumatera selatan khususnya dengan mottonya “Bersatu Teguh”, Indonesia umumnya dengan mottonya “Bhinneka Tunggal Ika”.
- Uluan/pedalaman wilayah daerah Yakni desa-dusun tempat (lokasi) mata air Sungai Batang Hari Sembilan itu adalah “Desa sumber kemakmuran Kota/Negara”, Justru itu desa-dusun perlu diamankan, dikuasai dan dibangun.
Arti Keseluruhan Lambang
Bentuk dan isi tanda pengenal/lambang yang menjadi Badge Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Selatan ini mencerminkan segala sesuatu yang terdapat di Sumatera Selatan yang mengandung arti makna selaras dengan azas tujuan Gerakan Pramuka di Indonesia.
Terkandung pula harapan yang mendalam agar jiwa-semangat juang kepahlawanan kepemimpinan dan cita-cita perjuangan nasional yang pelaksanaannya didasari dengan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dituntun-Nya.
Manusia insan beragama, sejak masa kedatuan Sriwijaya, perjuang heroik para pahlawan nasional, khususnya Sultan Mahmud Badaruddin II dilanjutkan oleh generasi selanjutnya.
Para Pejuang Angkatan 45 serta pejuang Orde Baru mengisi kemerdekaan yang telah diperoleh kembali ini, akan dihayati, diresapkan secara mendalam dan akan diteruskan oleh setiap Anggota Gerakan Pramuka di Sumatera Selatan khususnya, oleh dan dalam Negara Bangsa Indonesia umumnya.
Sebagaimana dimaksudkan dengan Tunas Kelapa atau “Cikal” lambang Gerakan Pramuka yang berarti bahwa Pramuka adalah penduduk asli dan dapat hidup dimanapun dia berada serta kehidupannya berguna bagi masyarakat.
Gerakan Pramuka yang merupakan salah satu wadah pendidikan, pembinaan dan pengembangan generasi muda sejak berumur 7 tahun sampai dengan 25 tahun telah ditempa menjadi kader Pancasila, kader pembangunan dan kader nasional.
Gerakan Pramuka sebagai salah satu potensi vital pembangunan, dengan kesungguhan hati, daya karya dan penuh rasa tanggung jawab bakti dan pengabdian untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Kasino
Olahraga
k8-casino-review