🔥 Selamat datang di BANDITJITU — Jelajahi tren terbaru tentang emu-casino-mobile!
Artikel Geografi kelas 7 ini menjelaskan tentang letak astronomis Indonesia dan letak geografis Indonesia serta pengaruhnya terhadap iklim dan pembagian zona waktu di Indonesia.
Kamu tahu nggak sih, bagi kamu yang tinggal di Indonesia, seharusnya merasa beruntung, lho! Kenapa begitu? Soalnya, negara kita berada di wilayah yang strategis.
Nah, kalau dilihat dari letak geografisnya, Indonesia berada di antara Benua Australia dan Asia, serta di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Sementara itu, kalau secara astronomis, Indonesia terletak di 6° LU (Lintang Utara) – 11° LS (Lintang Selatan) dan 95° BT (Bujur Timur) – 141° BT (Bujur Timur).
Letak Geografis Indonesia
Letak geografis adalah letak suatu daerah yang dilihat dari kenyataannya di bumi, dan menentukan pula letak posisi antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya.
Letak geografis Indonesia berada di antara Benua Asia dan Benua Australia. Selain itu, Indonesia juga terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Di sebelah utara, Indonesia berbatasan dengan Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik. Di sebelah timur berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Di sebelah Selatan dan Barat berbatasan dengan Samudra Hindia.
Pengaruh Letak Geografis Indonesia
Tentu kamu tau, kan, bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama. Hal ini disebabkan oleh letak Indonesia secara geografis yang berada di cross position.
Maksud dari cross position ini adalah Indonesia berada di antara persilangan dari dua benua dan dua samudra, yaitu Benua Asia ke Benua Australia dan Samudra Hindia ke Samudra Pasifik.
Selain itu, Indonesia banyak memiliki mitra dagang dengan negara-negara sekitar karena lokasi yang strategis dan kegiatan perdagangan pun meningkat.
Selain itu, akibat letak geografis Indonesia menyebabkan negara kita memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan. Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan angin musim antar wilayah sekitar.
Letak Astronomis Indonesia
Sementara itu, l etak astronomis adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
Garis lintang adalah garis khayal pada peta atau globe yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Sedangkan, garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan bumi.
Letak astronomis Indonesia berada pada 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT.
Pengaruh Letak Astronomis Indonesia
Letak astronomis Indonesia yang berada pada 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT, memiliki dua dampak yang berbeda.
1. Indonesia Beriklim Tropis
Dampak garis lintang Indonesia menyebabkan Indonesia berada di wilayah beriklim tropis, karena wilayah yang masuk ke dalam iklim tropis akan memiliki garis lintang antara 0 – 23,5° LU dan 0 – 23,5° LS.
Indonesia yang beriklim tropis akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- curah hujan tinggi
- terdapat hutan hujan tropis yang luas
- sinar matahari sepanjang tahun
- kelembaban udara yang tinggi
2. Indonesia Memiliki Tiga Zona Waktu
Sementara itu, Indonesia berada di garis bujur 95° BT – 141° BT. Akibat letak astronomis Indonesia ini menyebabkan Indonesia memiliki tiga zona waktu, yaitu:
a. Waktu Indonesia bagian Barat (WIB)
Daerah yang berada di Indonesia bagian barat memiliki selisih waktu +7 terhadap GMT ( Greenwich Mean Time ). Wilayah-wilayahnya antara lain Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Madura, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
b. Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA)
Wilayah Indonesia tengah memiliki selisih waktu +8 terhadap GMT ( Greenwich Mean Time ). Wilayah-wilayahnya antara lain Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Provinsi Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya.
c. Waktu Indonesia bagian Timur (WIT)
Indonesia bagian timur memiliki selisih waktu +9 terhadap GMT ( Greenwich Mean Time ). Wilayah-wilayahnya antara lain Kepulauan Maluku, Papua, Papua Barat, dan pulau-pulau kecil sekitarnya.
Masing-masing zona waktu tersebut memiliki selisih satu jam dengan zona waktu di sebelahnya. Sebagai contoh, kalau di Jakarta itu pukul 07.00 WIB, maka di Bali adalah pukul 08.00 WITA. Sedangkan, di wilayah Papua itu pukul 09.00 WIT, selisih dua jam dari WIB dan satu jam dari WITA.
Referensi:
Suciati, Iwan Setiawan, Ahmad Mushlih, dan Dedi. 2014. Buku Guru Ilmu Pengetahuan Sosial Edisi Revisi 2014 untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kasino
Olahraga
casino-ig