🔥 Selamat datang di MAIN508 — Jelajahi tren terbaru tentang how-to-interpret-odds-in-betting!
Kecanduan Main Game Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan Mental dan Obesitas
Bermain game lebih dari 10 jam per minggu berdampak buruk bagi kesehatan. Dalam penelitian yang dilakukan Curtin University, Australia ini menyurvei 317 mahasiswa dari 5 universitas di Australia dengan usia rata-rata 20 tahun. Peserta survei dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah waktu bermain game. Kelompok pemain game rendah (0-5 jam per minggu), pemain game menengah (5-10 jam); dan pemain game tinggi (10+ jam per minggu). Hasil menunjukkan bahwa kelompok bermain game di atas 10 jam per minggu memiliki kondisi kesehatan yang memburuk.
Pakar kesehatan jiwa sekaligus dosen prodi Ilmu Keperawatan mengatakan bermain game, baik di PC maupun di ponsel, lebih dari 10 jam memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan fisik, seperti masalah gangguan tidur, gaya hidup sedentari, hingga dapat menyebabkan obesitas. "Jadi risiko untuk terkena obesitas menjadi lebih besar dibandingkan anak-anak atau remaja yang tidak banyak menggunakan video game," jelasnya.
Banyaknya anak atau remaja yang kecanduan bermain game disebabkan oleh hormon dopamin di dalam tubuh yang membuat mereka merasa senang ketika sedang bermain. Rasa senang tersebut akhirnya membuat mereka semakin hari tingkat kesenangannya meningkat. Mereka yang awalnya bermain hanya satu jam saja, kemudian semakin meningkat dan terus meningkat. Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala adiksi atau kecanduan pada anak atau remaja. Jika anak-anak atau remaja sudah mengalami kecanduan, gejalanya bukan hanya sebatas obesitas, tetapi menjadi sebuah gangguan pada kesehatan mental. "Jadi bahkan dari WHO sendiri sudah menyampaikan bahwa internet game disorder ini menjadi salah satu masalah kesehatan mental," jelasnya.
Bermain game secara terus menerus dengan menggunakan mouse berdampak pada gangguan pergelangan akibat aliran saraf yang terjepit yang bernama Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Gangguan ini kerap ditemukan pada pengguna komputer dengan mouse yang terlalu lama. Dampak fisik lainnya adalah pada permasalahan leher yang disebut dengan Text Neck Syndrome. Gangguan ini disebabkan oleh posisi yang tidak ergonomis atau agak menunduk pada saat melihat layar, entah itu HP, monitor, atau komputer. "Nah pada saat posisi menunduk, beban kepala menjadi lebih besar. Dan jika itu terjadi dalam waktu yang lama, yang terjadi adalah adanya beban yang sangat besar pada daerah leher," jelasnya.
Tak hanya berdampak pada kondisi kesehatan, bermain game lebih dari 10 jam juga menimbulkan permasalahan sosial. Bermain game dengan durasi yang panjang akan mengurangi kemampuan anak dan remaja untuk berinteraksi sosial dengan baik. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, antara lain rasa tidak percaya diri, respons emosional yang buruk karena kecanduan bermain, bahkan dapat mengganggu kehidupan pribadinya. "Menyebabkan masalah gangguan pertemanan, hubungan dengan keluarga menjadi tidak harmonis, komunikasi dengan orang tua menjadi buruk, bahkan prestasi akademiknya juga akan sangat berkurang. Tentu spiritualitas ini menjadi salah satu dampak juga," jelasnya.
Jumlah waktu ideal untuk bermain game adalah sebanyak 5 jam per minggu. Jumlah tersebut merupakan waktu yang ideal untuk mengatasi permasalahan pada gangguan kesehatan fisik maupun mental. Dengan menghabiskan waktu bermain 5 jam per minggu, anak-anak atau remaja tetap memiliki kualitas tidur yang baik sekaligus mendapatkan dampak positif. "Bermain game tak selamanya berdampak negatif, tetapi ada sisi positifnya pada saat penggunaannya itu tepat, dengan jumlah yang tepat, tidak overuse," jelasnya.
Sisi positif dari bermain game antara lain dapat meningkatkan kreativitas sekaligus kohesivitas. Sebab, dengan bermain video game dapat membangun interaksi bersama teman sebaya. Akan tetapi, jika dilakukan secara berlebihan, dampak positif tersebut tidak akan didapatkan.
Untuk mengatasi kecanduan game, terdapat berbagai upaya. Salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran tentang risiko dan bahaya penggunaan video game yang terlalu lama. Hal ini dapat ditanamkan melalui edukasi dan pengetahuan terkait dampak bermain video game terlalu lama. Selain itu, dapat dilakukan aktivitas-aktivitas menyenangkan lainnya, seperti mengembangkan hobi, olahraga, dan kegiatan lain yang sifatnya lebih produktif. "Jadi kognitifnya ditingkatkan, ditumbuhkan kesadaran, perilakunya diubah. Jadi lebih banyak diberikan kegiatan-kegiatan yang lebih aktif," pungkasnya.
Kasino
Olahraga
bet-89