🔥 Selamat datang di Apa Arti Open Slot — Jelajahi tren terbaru tentang bet-on-election!
Analisis Total Productive Maintenance (TPM) pada Mesin Labelling Menggunakan Overall Equipment Effectiveness di Perusahaan
Abstrak: Teknologi yang digunakan dalam sebuah perusahaan akan terus semakin maju dengan berkembangnya zaman, teknologi yang sering digunakan tersebut melibatkan mesin-mesin produksi yang handal untuk kelancaran proses produksi. Untuk itu mesin yang memiliki peran penting dalam proses produksi ini harus dipelihara dengan baik. Ketidaktepatan dalam pengecekan kualitas pada barang yang akan dijual ke pasaran akan menyebabkan perusahaan mengalami komplen ataupun mengalami kerugian dari barang yang telah dikeluarkan. Kerugian tersebut seperti kurangnya teliti dalam mengecek kualitas produk dan mesin sehingga menyebabkan tidak begitu sempurna dalam pemerataan pada permukaan produk dan terjadi kehambatan dalam proses. Total Productive Maintenance (TPM) adalah pendekatan maintenance yang mengoptimalkan efisiensi mesin, mengurangi breakdown, dan perawatan mandiri yang dilakukan oleh operator mesin. Berdasarkan data pada minggu 1 sampai minggu 4 pada bulan maret 2024 dapat disimpulkan bahwa perhitungan menggunakan metode TPM didapatkan nilai OEE sebesar 94% yang memberikan gambaran bahwa tingkat produktivitas dan efisiensi mesin atau peralatan di perusahaan sudah melewati standar world class dan mendekati sempurna. Faktor-faktor yang bisa ditingkatkan untuk mencapai nilai OEE sebesar 100% adalah Availability dan Rate of Quality. Kata Kunci: Produksi, Total Productive Maintenance, Overall Equipment Effectiveness.
Pendahuluan
Dalam era industri 4.0 yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat, perusahaan dituntut untuk terus beradaptasi dan mengoptimalkan proses produksinya. Salah satu aspek krusial dalam mencapai efisiensi dan efektivitas produksi adalah pemeliharaan mesin. Mesin-mesin produksi yang handal dan terawat dengan baik menjadi tulang punggung bagi kelancaran operasional perusahaan. Perusahaan harus bekerja keras untuk mencapai tingkat produksi yang efisien, efektif, dan produktif agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Perawatan mesin, atau maintenance, merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki dan mempertahankan kondisi mesin agar tetap berfungsi secara optimal. Dalam pelaksanaannya, usaha perbaikan sering kali perlu mengatasi akar masalah yang sebenarnya. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk mengekspresikan masalah guna meningkatkan kinerja peralatan dengan optimal. Salah satu cara untuk mengukur kinerja dan efektivitas mesin adalah dengan menggunakan Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang terdiri dari tiga faktor utama yang saling terkait: ketersediaan, kinerja, dan kualitas. Metode ini merupakan bagian inti dari sistem pemeliharaan, yaitu Total Productive Maintenance (TPM).
Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan dalam perawatan mesin adalah Total Productive Maintenance (TPM). TPM bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi mesin, mengurangi frekuensi kerusakan, dan mendorong perawatan mandiri yang dilakukan oleh operator mesin. TPM tidak hanya berfokus pada perawatan mesin, tetapi juga pada peningkatan keterlibatan dan kepuasan kerja karyawan. TPM adalah strategi yang melibatkan semua karyawan dalam upaya menjaga dan meningkatkan produktivitas mesin. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa perawatan yang efektif dan partisipatif adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif dalam industri modern.
Salah satu alat ukur yang digunakan dalam Total Productive Maintenance (TPM) adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang merupakan ukuran keseluruhan yang menentukan tingkat produktivitas suatu mesin atau peralatan berdasarkan kinerja teoritis. OEE adalah alat yang sangat berguna untuk mengukur efektivitas mesin dan memberikan wawasan yang berharga untuk perbaikan berkelanjutan. Pengukuran OEE sangat penting untuk mengidentifikasi area yang memerlukan peningkatan produktivitas dan efisiensi, serta untuk mengidentifikasi hambatan dalam proses produksi.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini akan membahas analisis perawatan mesin di perusahaan. Judul penelitian ini adalah "Analisis Total Productive Maintenance (TPM) Pada Mesin Labelling Menggunakan Overall Equipment Effectiveness di Perusahaan". Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai implementasi TPM dan OEE dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas mesin di perusahaan. Keterlibatan karyawan dalam proses perawatan mesin tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap pekerjaan mereka. Partisipasi aktif karyawan dalam TPM dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan inovatif. Penelitian ini juga sejalan dengan pandangan bahwa implementasi TPM yang efektif dapat mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pengembangan budaya kerja yang mendukung perbaikan berkelanjutan.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas mesin produksi menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang terdiri dari tiga parameter utama: ketersediaan mesin (Availability), efektivitas produksi (Performance Efficiency), dan tingkat kualitas produk (Rate of Quality). Melalui tahapan studi pendahuluan, perumusan masalah, pembatasan masalah, serta pengumpulan dan pengolahan data primer dan sekunder, nilai OEE dihitung guna mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi kerja mesin. Hasil analisis diharapkan dapat membantu industri manufaktur dalam meningkatkan produktivitas dengan menerapkan langkah-langkah perbaikan yang sesuai untuk mencapai standar world-class OEE sebesar 85%.
- Mulai
- Studi Pendahuluan
- Perumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Pengumpulan Data Data Primer: Jam Kerja, Lembur, Waktu Penghentian Mesin, Jumlah Produk Jadi, Jumlah Produk Gagal, Waktu Setting, Waktu Start Data Sekunder: Perhitungan Jurnal Terdahulu Terkait OEE
- Pengolahan Data Menghitung Ketersediaan Mesin (AV) Menghitung Efektivitas Produksi (PE) Menghitung Tingkat Kualitas (RQ) Menghitung OEE
- Output: Nilai OEE
- Selesai
Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah alat yang sangat penting dalam manajemen produksi dan pemeliharaan, terutama dalam konteks Total Productive Maintenance (TPM). OEE mengukur efisiensi operasional mesin dengan mempertimbangkan tiga komponen utama: ketersediaan (Availability), kinerja (Performance), dan kualitas (quality). Dalam konteks ini, enam kerugian besar (six big losses) yang sering terjadi pada mesin dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama yang berkontribusi terhadap OEE.
Rumus yang digunakan:
OEE = Availability (%) x Performance (%) x Rate of Quality (%)
Availability = (Operation time / Loading time) x 100%
Performance = (Output x Ideal cycle time) / Operating time x 100%
Rate of Quality = (Jumlah proses produksi - jumlah cacat) / Jumlah proses produksi x 100%
Hasil dan Pembahasan
Pengumpulan data untuk perhitungan nilai efektivitas keseluruhan peralatan dan mesin (OEE) melibatkan berbagai informasi, termasuk data pemeliharaan terencana dan tak terencana, serta data kerusakan produk akibat masalah pada mesin (cacat produk). Penelitian ini dilakukan di perusahaan, dengan fokus pada mesin labelling. Tujuan utama dari konsep Total Productive Maintenance (TPM) yang diterapkan adalah untuk meminimalkan six big losses pada mesin labelling, sehingga memaksimalkan produktivitas penggunaannya. Oleh karena itu, langkah awal yang dilakukan adalah mengukur tingkat produktivitas mesin labeller saat ini menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Peningkatan OEE diharapkan dapat meningkatkan produktivitas mesin sheeter. Untuk menentukan nilai OEE, Availability, Performance, dan Quality, digunakan formula sebagai berikut:
OEE = Availability (%) x Performance (%) x Rate of Quality (%)
Availability = (Operation time / Loading time) x 100%
Performance = (Output x Ideal cycle time) / Operating time x 100%
Rate of Quality = (Jumlah proses produksi - jumlah cacat) / Jumlah proses produksi x 100%
Tabel 1: Pengumpulan data mesin labeller
Minggu | Jam Kerja Mesin (jam) | Jam Lembur (jam) | Jam Henti Mesin (jam) | Jumlah Produk (pcs) | Jumlah Reject (pcs) | Waktu Start (jam)
1 | 133,0 | 0 | 5 | 4669512 | 1335 | 0
2 | 126,7 | 0 | 7 | 4111680 | 968 | 0
3 | 123,2 | 0 | 8 | 3885120 | 775 | 0
4 | 118,0 | 0 | 10 | 3079200 | 622 | 0
Perhitungan Minggu 1
Loading Time = Jam Kerja + Jam Lembur + Waktu Start = 133 + 0 + 0 = 133 jam
Jam Henti Mesin = 5 jam
Operation Time = Loading Time - Jam Henti Mesin = 133 - 5 = 128 jam
Availability = (128 / 133) x 100% = 96%
Performance = (4669512 x 2,477) / 115,7075 x 100% = 100%
Rate of Quality = ((4669512 - 1335) / 4669512) x 100% = 99%
OEE = 0,9624 x 1 x 0,9997 x 100% = 96%
Perhitungan Minggu 2
Loading Time = 126,7 + 0 + 0 = 126,7 jam
Jam Henti Mesin = 7 jam
Operation Time = 126,7 - 7 = 119,7 jam
Availability = (119,7 / 126,7) x 100% = 94%
Performance = (4111680 x 2,8141) / 115,7075 x 100% = 100%
Rate of Quality = ((4111680 - 968) / 4111680) x 100% = 99%
OEE = 0,9447 x 1 x 0,9997 x 100% = 94%
Perhitungan Minggu 3
Loading Time = 123,2 + 0 + 0 = 123,2 jam
Jam Henti Mesin = 8 jam
Operation Time = 123,2 - 8 = 115,2 jam
Availability = (115,2 / 123,2) x 100% = 93%
Performance = (3885120 x 2,978) / 115,7075 x 100% = 100%
Rate of Quality = ((3885120 - 775) / 3885120) x 100% = 99%
OEE = 0,9350 x 1 x 0,9998 x 100% = 93%
Perhitungan Minggu 4
Loading Time = 118 + 0 + 0 = 118 jam
Jam Henti Mesin = 10 jam
Operation Time = 118 - 10 = 108 jam
Availability = (108 / 118) x 100% = 91%
Performance = (3079200 x 3,7577) / 115,7 x 100% = 100%
Rate of Quality = ((3079200 - 622) / 3079200) x 100% = 99%
OEE = 0,9152 x 1 x 0,9997 x 100% = 91%
Tabel 2: Hasil perhitungan OEE
Minggu | Availability | Performance | Rate of Quality | OEE
90% | 95% | 99% | 85%
1 | 96% | 100% | 99% | 96%
2 | 94% | 100% | 99% | 94%
3 | 93% | 100% | 99% | 93%
4 | 91% | 100% | 99% | 91%
Rata-Rata | 94% | 100% | 99% | 94%
Dari perhitungan yang dilakukan, diperoleh nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebesar 94%. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat produktivitas dan efisiensi mesin atau peralatan di perusahaan telah melampaui standar world class dan mendekati tingkat optimal. Dengan OEE yang tinggi, perusahaan dapat dianggap telah mencapai kinerja yang sangat baik dalam operasionalnya.
Fokus perbaikan selanjutnya harus diarahkan pada peningkatan performa peralatan produksi dan pengurangan jumlah produk cacat (reject) dalam proses produksi.
Setiap perusahaan tentu menginginkan agar peralatan produksinya dapat beroperasi dengan efisiensi maksimal, idealnya 100% tanpa adanya downtime, dengan kinerja 100% tanpa speed losses, dan output 100% tanpa reject. Namun, dalam praktiknya, mencapai kondisi ini sangat sulit, meskipun bukan tidak mungkin. Konsep ini dapat dipahami melalui hierarki yang diperkenalkan oleh Seiichi Nakajima, yang berfungsi untuk mengevaluasi dan mengindikasikan seberapa efektif suatu operasi manufaktur dimanfaatkan.
Dari hasil perhitungan OEE yang telah dilakukan, terlihat bahwa faktor Availability, Performance, dan quality di perusahaan telah mencapai level world class. Meskipun demikian, untuk meningkatkan nilai OEE hingga mencapai 100%, perlu dilakukan perbaikan yang fokus pada peningkatan nilai Availability dan Rate of Quality. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab masalah adalah metode fishbone (diagram sebab-akibat), di mana faktor-faktor utama yang mempengaruhi kinerja dapat diprioritaskan untuk perbaikan.
Kesimpulan
Berdasarkan data pada minggu 1 sampai minggu 4 pada bulan maret 2024 dapat disimpulkan bahwa perhitungan menggunakan metode TPM didapatkan nilai OEE sebesar 94% yang memberikan gambaran bahwa tingkat produktivitas dan efisiensi mesin atau peralatan di perusahaan sudah melewati standar world class dan mendekati sempurna. Faktor-faktor yang bisa ditingkatkan untuk mencapai nilai OEE sebesar 100% adalah Availability dan Rate of Quality.
Kasino
Olahraga
33win-bet