🔥 Selamat datang di Beste Casino S — Jelajahi tren terbaru tentang lucky-lucky-side-bet!
Abstrak
Pendahuluan
Gangguan defekasi seperti konstipasi kronis (KK) dan inkontinensia fekal (IF) umum terjadi pada populasi umum dan pasien dengan kolitis ulseratif (KU). Perbedaan fisiologi anorektal pada pasien dengan KU + KK/IF dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki KK atau IF belum dikarakterisasi. Tujuan: Menentukan perbedaan dalam manometri anorektal resolusi tinggi (ARM) dan uji ekspulsi balon (BET) untuk pasien dengan KU + KK dan KU + IF dibandingkan dengan KK dan IF saja.
Metode
Kami melakukan analisis retrospektif di satu pusat (6/2015–10/2019) terhadap 47 pasien dengan KU + KK dan 24 pasien dengan KU + IF yang menjalani ARM + BET. Kami menggunakan kontrol yang cocok berdasarkan usia/jenis kelamin dengan KK dan IF tanpa KU (rasio 2:1). Variabel ARM meliputi tekanan istirahat & tekanan tekanan maksimal, respons sfingter terhadap defekasi simulasi (DS), BET (kemampuan mengeluarkan balon 50 mL dalam < 60 detik), dan sensasi rektal. Defekasi dissinergis (DD) didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk merelaksasi sfingter > 20% selama DS dan BET abnormal. Kami menggunakan uji chi-kuadrat dan uji-t independen, dengan nilai-P < 0,05 dianggap signifikan secara statistik.
Hasil
Kelompok KU + KK (n = 47) dan KK (n = 94) dicocokkan berdasarkan usia (48,8 ± 14,1 dan 48 ± 16,4 tahun) dan jenis kelamin (84,4% dan 85,1% perempuan). Tekanan istirahat rata-rata lebih rendah pada KU + KK dibandingkan KK (KU + KK: 71,7 ± 36,9 mmHg vs. KK: 91,3 ± 32,7, P = 0,003). Prevalensi DD adalah 27% pada kedua kelompok. Tidak ada perbedaan signifikan lainnya pada pasien dengan KU + KK dan KK. Kelompok KU + IF (n = 24) dan IF (n = 48) dicocokkan berdasarkan usia (60,1 ± 16 dan 58,4 ± 5,4 tahun) dan jenis kelamin (perempuan: 78,3% dan 70,2%). Tekanan istirahat rata-rata lebih rendah pada pasien dengan KU + IF dibandingkan pasien IF (50,3 ± 26,6 mmHg vs 67,5 ± 32,5 mmHg, P = 0,03). BET abnormal secara signifikan lebih sering pada pasien dengan KU + IF versus IF saja (50% vs 21,7%, P = 0,02). Sensasi pertama (63,2 ± 45,4 mL vs 35,8 ± 24,7 mL, P = 0,01) dan urgensi (100,7 ± 53,5 mL vs 76 ± 45,5 mL, P = 0,05) pada pasien KU + IF secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pasien IF.
Kesimpulan
Pasien dengan KU + KK dan KK memiliki fungsi anorektal dan sensasi yang serupa. DD hadir pada > 25% pasien di kedua kelompok. Klinisi harus mempertimbangkan DD pada SEMUA pasien dengan KK yang refrakter terhadap laksatif. Pasien dengan KU + IF memiliki tekanan istirahat yang lebih rendah, kemungkinan lebih besar BET abnormal, dan lebih banyak hiposensitivitas rektal dibandingkan pasien dengan IF saja. Apakah perbedaan ini mempengaruhi presentasi klinis atau pengobatan memerlukan penelitian lebih lanjut.
Kasino
Olahraga
best-casino-bonuses