🔥 Selamat datang di Bet Biru Slot — Jelajahi tren terbaru tentang bet-isotherm-equation!
Pola Didik dalam Keluarga
dengan orang lain, suka menentang dan mementingkan diri sendiri (egois).
- Pola didik protektif Orangtua mengawasi dan menjaga anaknya karena kekhawatiran yang berlebihan atau rasa takut yang tidak wajar. Anak tidak diberi kebebasan untuk melakukan kegiatan secara mandiri. Hal ini menjadikan anak tidak mandiri, kurang inisiatif, tidak dapat mengembangkan potensinya dengan baik.
- Pola didik otoritatif Adalah pola didik yang wajar dan tepat untuk menolong perkembangan diri dan potensi anak. Orangtua memberi motivasi agar anak mengembangkan dirinya sehingga ia bertumbuh dan memiliki karakter yang kuat, penuh percaya diri, dan dapat menghargai kehidupan bersama orang lain. Alkitab memberi contoh orangtua yang berhasil mendidik anak seperti: Yosua, mengambil keputusan memimpin keluarganya untuk menyembah Tuhan (Yosua 24:15) Hana, menyerahkan Samuel ke dalam asuhan Imam Eli sesuai dengan nazarnya kepada Tuhan (1 Samuel 1:20-28) Maria dan Yusuf, mendidik Yesus dalam tradisi dan hukum Yahudi, menempatkan Taurat seperti yang dilakukan setiap orangtua dalam tradisi Yahudi (Matius 12:46-50) Naomi, berhasil memberi teladan kepada Rut menjadi bagian dari bangsa Israel dan termasuk dalam silsilah keturunan yang melahirkan Yesus (Rut 1:16-17; Matius 1:5) Eunike, ibu yang membesarkan Timotius dalam iman kepada Yesus Kristus (2 Timotius 1:5) Alkitab juga mencatat orangtua yang gagal mendidik anak seperti: Imam Eli, sikap terhadap kedua anaknya Hofni dan Pinehas (1 Samuel 2:11-17) Ishak dan Ribka, orangtua yang pilih kasih terhadap Esau dan Yakub (Kejadian 25:28) Yakub, sikap Yakub yang lebih mengasihi Yusuf dan Benyamin daripada anak-anaknya yang lain (Kejadian 37:3-4) Raja Herodes, menuruti keinginan putrinya untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis sebagai hadiah ulang tahun (Matius 14:1-12)
Pendidikan dalam Alkitab
Pendidikan dalam arti sekolah dalam Alkitab hanya disebutkan satu kali saja (Kisah Para Rasul 19:9) dalam bahasa Yunani shkole. Yang dimaksud adalah ruang belajar yang digunakan Paulus, bukan sekolah Yahudi atau sekolah gereja yang didirikan secara khusus. Dalam zaman Tuhan Yesus, sinagoge adalah salah satu tempat mengajar (Matius 4:23) selain Bait Allah dan rumah (keluarga), sebab tujuan utama sinagoge adalah untuk pengajaran. Dalam tradisi Yahudi, pendidikan untuk sekolah dasar disebut bet has-sefer (rumah kitab), sedangkan untuk pendidikan tinggi disebut bet-modrasy (rumah penelitian).
Pendidikan Yahudi diatur sebagai berikut:
- Pada usia 5 tahun: pelajaran dasar membaca Taurat
- Usia 10 tahun: disebut bet-misyna, pengajaran tentang Taurat dan menghafalkannya (oral Torah)
- Usia 12-13 tahun: disebut mitswoth, wajib menaati peraturan hukum Yahudi
- Usia 13+1 tahun: disebut bar-mitswa, dianggap sebagai anak-anak hukum Taurat
- Usia 15 tahun: seorang anak belajar lahakhot (keputusan rabinik yang bersifat legal)
- Usia 20 tahun: boleh bekerja
- Usia 30 tahun: memasuki dewasa penuh
Pendidikan di dalam Alkitab mengajarkan bahwa:
- Pendidikan setara dengan ibadah
- Moral dipandang sebagai ekspresi atau buah dari pendidikan
- Keluarga adalah awal dari pendidikan
- Pendidikan terhadap anak dilakukan secara teratur
Kasino
Olahraga
nba-betting-data