🔥 Selamat datang di Bimabet Slot Login — Jelajahi tren terbaru tentang latest-football-betting-odds!
Abstrak
Revitalisasi Bahasa Kei menghadapi tantangan signifikan akibat tekanan globalisasi dan dominasi bahasa mayoritas; namun, munculnya media sosial memberikan peluang baru untuk memulihkan fungsi sosial dan simbolisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Bahasa Kei direvitalisasi di era digital dengan menggunakan model Hibrida/Integratif Grenoble & Whaley, yang mencakup tiga dimensi utama: ranah digital, agensi pemuda, dan ideologi bahasa. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi etnografis terhadap konten TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook yang secara eksplisit dan implisit menggunakan Bahasa Kei, dilengkapi dengan data sekunder dari laporan bahasa dan studi revitalisasi di Maluku. Analisis menunjukkan bahwa media sosial beroperasi sebagai ranah linguistik baru yang memungkinkan Bahasa Kei muncul dalam format multimodal, termasuk teks, gambar, musik, meme, narasi adat, dan ekspresi humor. Temuan ini menunjukkan bahwa revitalisasi Bahasa Kei di era digital berlangsung sebagai proses integratif, organik, dan partisipatif yang menghubungkan tradisi linguistik dengan ekologi media modern sambil membuka peluang baru untuk pendidikan budaya berbasis komunitas.
Kata Kunci
revitalisasi bahasa, Bahasa Kei, media sosial
Informasi Artikel
Diterbitkan: 4 Desember 2025
DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13541
Cara Mengutip
Difinubun, M. S. (2025). Revitalisasi Bahasa Kei Di Era Media Sosial Sebagai Strategi Pendidikan Pascakolonial. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(1), 688–700. doi
Edisi
Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Bagian
Articles
Kasino
Olahraga
casino-bitcoin