🔥 Selamat datang di Cordoba Bet Login — Jelajahi tren terbaru tentang bahasa-gaul-bet!
Zulkarnaen Apriliantony Minta Komdigi Buka Data Pemblokiran Situs Judi Sultan Menang
Terdakwa perkara perlindungan laman situs online, Zulkarnaen Apriliantony, meminta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk membuka data pemblokiran situs judi online "Sultan Menang". Zulkarnaen menduga situs judol itu sudah tidak aktif jauh sebelum penyidik menemukannya saat patroli siber pada Oktober 2024.
"Kalau boleh saya minta datanya. Kapan itu sebenarnya diblokir? Soalnya itu pusat masalah kasus ini, semua ada di situ," kata Zulkarnaen dalam sidang lanjutan perkara perlindungan laman judi online di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juni 2025.
Zulkarnaen mengklaim sudah menyelidikinya melalui pengacaranya. Dia menemukan bahwa situs "Sultan Menang" sudah tidak aktif sejak Februari 2025, atau jauh sebelum penyidik kepolisian menemukannya dalam patroli siber. Penelusuran itu dilakukan dengan melacak riwayat aktivitas situs.
"Jadi saudara merasa pada saat diblokir itu website sudah tidak aktif ya?" tanya majelis hakim kepada Zulkarnaen.
"Sebenarnya sudah tidak ada. Memang sudah mati dari Februari," kata Zulkarnaen.
Zulkarnaen dikenal sebagai mantan Komisaris PT Hotel Indonesia Natour (BUMN) dan sempat aktif di dunia politik sebagai Direktur II Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024. Dalam kasus ini, Zulkarnaen diduga berperan sebagai penghubung antara jaringan judi online dan pejabat di Kemenkominfo.
Selain Zulkarnaen, terdapat sejumlah terdakwa lain, yaitu Adhi Kismanto, Alwin Jabarti Kiemas, dan Muhrijan alias Agus. Mereka didakwa telah menerima suap miliaran rupiah supaya situs judi online tetap beroperasi.
Zulkarnaen juga disebut mengatur pembagian hasil dari praktik pengamanan situs judi online. Menurut dakwaan jaksa, Zulkarnaen menerima komisi sebesar 30 persen dari suap yang diberikan untuk mengamankan situs judi online tersebut.
Dalam surat dakwaan, disebutkan bahwa Zulkarnaen, Adhi, dan terdakwa lainnya, Muhrijan, bertemu di Kafe Pergrams Senopati. Dalam pertemuan tersebut, Adhi memperkenalkan Muhrijan kepada Zulkarnaen, yang kemudian mengaku memiliki kedekatan dengan Menteri Budi Arie. Dalam pertemuan itu pula disepakati bahwa Zulkarnaen akan menerima imbalan sebesar Rp 3 juta untuk setiap situs judi online yang mereka lindungi.
Dalam dakwaannya, jaksa penuntut umum juga menyebut Zulkarnaen Apriliantony sempat menyepakati pembagian uang judi online itu. Zulkarnaen mendapat 30 persen, Budi Arie mendapat 50 persen dan sisanya untuk Adhi Kismanto. Namun, hal itu dibantah oleh Zulkarnaen dan Budi.
"Ini saya ingin melurukan, supaya di media juga tidak aneh-aneh ini. Pak Budi Arie tidak menerima apa pun dari perjudian," kata Zulkarnaen.
Kasino
Olahraga
toto-bet-type-and-cost