🔥 Selamat datang di Destiny 303 Slot — Jelajahi tren terbaru tentang 66k-bet!
Abstrak
Pada tahun 2016, bahan bakar fosil menyumbang 85% dari permintaan energi dunia dengan gas alam menempati tiga urutan teratas, permintaan energi tersebut perlu disesuaikan dengan produksi gas alam yang didorong oleh sumber daya gas non-konvensional. Indonesia memiliki sumber daya migas non-konvensional sebesar 574 TCF untuk shale gas yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan energi. Formasi Salodik, Cekungan Luwuk-Banggai merupakan salah satu cekungan di Indonesia yang berpotensi menjadi sumber minyak dan gas bumi non-konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serpih Formasi Salodik berdasarkan nilai TOC, komposisi mineral, komposisi material organik, dan nilai luas permukaan spesifik. Dan, mengetahui pengaruh karakteristik serpih tersebut terhadap adsorpsi gas metana (CH4) berdasarkan Parameter Langmuir. Penelitian ini dilakukan menggunakan tiga sampel dan tiga ukuran butir pada sampel yang paling representatif sebagai batuan induk. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan didapat nilai TOC berkisar antara 0,6-0,9 wt.%, memiliki komposisi mineral berupa kalsit, dolomit, kuarsa, plagioklas, illit, kaolinit, material organik didominasi oleh kelompok fitoklast dengan persentase rata-rata 74,55%vol, yang tergolong sebagai kerogen tipe III seperti berstruktur biologi, memiliki nilai luas permukaan spesifik berkisar antara 8,7-18,6 m2/g N2 BET. Parameter Langmuir berkisar antara (VL) 0,926-1,061 mmol/g; (PL) 4,68-8,194 MPa. Peningkatan volume adsorpsi gas metana berbanding lurus dengan peningkatan nilai TOC, hadirnya mineral seperti smektit dan kaolinit, material organik tipe kerogen III. Akan tetapi, berbanding terbalik dengan menurunnya ukuran butir. Dan, volume adsorpsi akan meningkat dengan bertambahnya tekanan.
Kata Kunci
batuan induk, adsorpsi CH4, Cekungan Luwuk-Banggai, Minyak dan gas bumi non-konvensional
Kasino
Olahraga
nisn-bet-login