🔥 Selamat datang di Horse Betting Websites — Jelajahi tren terbaru tentang bet-fair!
Abstrak
Penelitian ini dilakukan dengan alasan bahwa bawang merah memiliki banyak kegunaan dan nilai ekonomi yang tinggi serta peluang pasar yang baik, sedangkan Fine Compost dan Rapthane mengandung nutrisi tanaman dan media mikroba tanah serta memfasilitasi metabolisme penyerapan unsur P. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Fine Compost dan Rapthane terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemiri, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo dengan jenis tanah Mediterranean coklat gelap pada ketinggian 675 m dpl. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan masing-masing terdiri dari 3 dan 4 taraf dengan 3 ulangan, yaitu faktor perlakuan penggunaan Rapthane; P0: tanpa Rapthane, P1: penggunaan Rapthane 3 cc/liter air, P2: penggunaan Rapthane 4 cc/liter air dan faktor perlakuan penggunaan Fine Compost dengan kode F0: tanpa Fine Compost, F1: penggunaan Fine Compost 1 ton/ha, F2: penggunaan Fine Compost 2 ton/ha, F3: penggunaan Fine Compost 3 ton/ha. Pengamatan dilakukan pada rumpun sampel setiap petak perlakuan sebanyak tiga rumpun secara diagonal acak pada saat pengamatan tanaman berumur 15, 30, dan 45 HST. Parameter pengamatan terdiri dari fase pertumbuhan meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun, sedangkan pada fase produksi meliputi jumlah umbi dan bobot umbi. Hasil penelitian diuji menggunakan analisis ragam dan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 0,05. Dari hasil analisis ragam dan uji BNT menunjukkan bahwa interaksi Rapthane dan pupuk Fine Compost dalam penelitian pengaruh pupuk PPC dan pupuk Fine Compost tidak menunjukkan pengaruh yang nyata kecuali pada jumlah daun umur 15 hari setelah tanam, hal ini karena baik Rapthane maupun Fine Compost sama-sama mengandung unsur N yang sangat berperan besar untuk pertumbuhan vegetatif pada jumlah daun, hal ini dimungkinkan karena pengaruh ketersediaan unsur hara Nitrogen (N) karena Fosfor (P) yang cukup selain terjaminnya perkembangan mikroba tanah. Pengaruh Rapthane 4 cc/l air dapat meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman pada umur 30 dan 45 hari setelah tanam, serta jumlah umbi dan bobot umbi. Pengaruh Fine Compost 2 ton/ha berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah umbi dan bobot umbi.
Kata Kunci
Fine Compost, Rapthane, Bawang Merah
Daftar Pustaka
- Anonim, 2017. Pedoman Budidaya Bawang Merah Menggunakan Biji Kementrian / Pertanian Jakarta.
- Anonim, 2019. Produksi Bawang Merah Indonesia Beda Pusat Stastik Jakarta.
- Anonim, 2020. Rekomendadi Pupuk N, P dan K. Spesifik lokasi untuk Tanaman Padi, Jagung dan Kedelai pada Lahan Sawah. Kementrian Pertanian Jakarta.
- Batong, Umar, Kun Rawan S, dan Nasrah N., 2020 Pengaruh Konsentrasi POC Nasa Nasa dan Pemberian Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah, (Allium Cepa L). Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian 5 (1), 21-24.
- Chasanah Rdm A. Sholilah, 2020. Pengaruh Pemberian Kompos Limbah Pertanian Terhadap Pertumbuhan Dan Serapan Nitrogen Tanaman Bawang Merah.
- Fajjriyah N, 2017. Kiat Sukses Budidaya Bawang Merah. Yogyakarta.
- Istina, 2016. Peningkatan Produksi Bawang Merah Melalui Teknik Pemupukan NPK. Jurnal Agro Vol. 14 No. 1.
- Rajiman, 2020. Pengantar Pemupukan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta. Magelang.
- Setiawan, 2018. Pengaruh Jarak Tanam dan Pupuk Pelengkap cair terhadap pertumbuhan dan produksi Bawang Merah (Allium Cepa L) Varietas Thailand. Jurnal Ilmiah Hijan Cendekia, 3 (1). 30-34.
- Sara, Alfonsus Y dan Rinny M, 2020 Respon Pertumbuhan dan hasil Bawang Merah (Allium ascalonium L )Terhadap Konsentrasi Pupuk Organik Cair Cocos. Vol. 2 No. 7.
Kasino
Olahraga
horse-racing-bet-offers