🔥 Selamat datang di Japritoto — Jelajahi tren terbaru tentang play-online-casino!
Ekolinguistik "Air" dalam Masyarakat Bahasa Batak Toba
DOI
doi
Kata Kunci
Ekolinguistik, Air, Masyarakat Bahasa Batak Toba
Abstrak
Ekolinguistik adalah studi interdisipliner yang mengkaji hubungan antara ekologi dan linguistik. Studi ini melibatkan bidang lain, termasuk sosiologi, antropologi, psikologi, dan ilmu politik. Aspek sosio-ekologis juga sangat memengaruhi pemeliharaan, keseimbangan, dan warisan lingkungan bagi generasi mendatang. Kearifan ekologis lokal ini perlu dimasukkan dalam wacana lingkungan yang sehat dan hijau (green speak). Pengetahuan tentang entitas alam bagi generasi milenial mulai berkurang karena pengaruh teknologi digital yang sangat besar. Hal ini juga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan juga dapat merusak bahasa karena tidak memahami fungsi budaya dari ekoleksikon. Banyaknya pergeseran ekoleksikon 'air' menyebabkan generasi milenial tidak lagi mengetahui penggunaan kata-kata tersebut dalam budaya Batak Toba. Perubahan gaya hidup generasi milenial Batak Toba telah berubah cukup drastis dan kurang memperhatikan fungsi budaya alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan fakta bahwa banyak ekoleksikon alami yang tidak lagi dikenal bahkan hampir punah di masyarakat Batak Toba (keterputusan akar), beberapa di antaranya adalah mabakbak (mengalirnya air mata), bibis (mengalir dari wadah yang penuh), lungkis (mengalir dengan lancar), dan kemudian diuraikan dalam diskusi.
Referensi
- Chaer, Abdul. 1995. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: PT. Renika Cipta.
- Chaer, Abdul. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Renika Cipta.
- Denzin, Norman K dan Lincoln, Yvonna S. 2009. Handbook Penelitian Kualitatif: Edisi Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Fill, A. dan P. Mühlhäusler (eds.). 1995. Pembaca Ekolinguistik: Ekologi dan Lingkungan Bahasa. London: Continuun.
- Haugen, E. 1972. "Ekologi Bahasa", dalam Dil, A. S. (ed.) Ekologi Bahasa: Esei oleh Einar Haugen, Stanford: Stanford University Press.
- Kridalaksana, Harimurti. 1996. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. (edisi kedua). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
- Mbete, A. M. dkk. 2009. Penyusunan Sosioekologi Bahasa Melayu Langkat dan Bahasa Muna serta Upaya Pemberdayaannya. Laporan Penelitian. Denpasar: Universitas Udayana.
- Sapir, Edward. 1912. Bahasa dan Lingkungan, Antropolog Amerika. Volume 14, halaman 226-242. Asosiasi Antropologi Amerika.
- Sarmi, Ni Nyoman. 2015. Khazanah Leksikon Lingkungan Alam dalam Dinamika Guyub Tutur Bahasa Using: Kajian Ekolinguistik. Denpasar: Disertasi untuk Universitas Udayana.
- Saussure, Ferdinand de. 1988. Pengantar Linguistik Umum. Terjemahan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1993, hlm. 2-3 dan 374-378.
- Sudaryanto. 1988. Metode Linguistik Bagian Kedua: Metode dan Teknik. 1976. Pengumpulan Data. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
- Sudaryanto. 1993. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
- Verhaar, J.W.M. 2012. Asas-asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Kasino
Olahraga
nonton-film-casino-king-part-2