🔥 Selamat datang di Live Slot Gacor Hari Ini — Jelajahi tren terbaru tentang vip-303-bet!
Penulis
- Rismawati Rismawati
- Mardiana Mardiana
- Syamsir Syamsir
Abstrak
Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana proses pembelajaran PPKn di SMA Batara Gowa? dan (2) Apakah ada pengaruh pembelajaran PPKn berbasis Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Batara Gowa? Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proses pembelajaran PPKn di kelas X IPA SMA Batara Gowa dan (2) mengetahui pengaruh pembelajaran PPKn berbasis Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Batara Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan bentuk penelitian kuasi-eksperimen (quasi experimental design) dan desain penelitian yang digunakan adalah teknik pengumpulan data berupa observasi dan hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data hasil tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Batara Gowa berdasarkan perhitungan analisis data pretest dan posttest menggunakan t hitung X, Y, d, dan d2, yaitu total nilai X sebesar 1,130% dan nilai rata-rata 51,36%. Sedangkan nilai Y sebesar 1,560% dengan nilai rata-rata 70,90%. Untuk nilai d dengan jumlah 420 dengan nilai rata-rata 19,09 dan untuk nilai d2 dengan jumlah 12.200% dengan nilai rata-rata 554,54%. Jadi terdapat pengaruh perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan rata-rata hasil belajar siswa.
Kata Kunci: Pembelajaran, Discovery Learning, dan Hasil Belajar Siswa
Referensi
- Alma, Buchari, dkk. (2010). Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Bandung: Penerbit Alfabeta.
- Ade Rukmana. (2006). Pengelolaan kelas dan Berbagai Faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Remaja
- Arends, Richard. (2008). Belajar untuk Mengajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Abdul Aziz Wahab. (2011). Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung. Alfabeta
- Azrardi. (2005). Pendidikan Kewarganegaraan Untuk demokrasi Indonesia. Jurnal ilmu-ilmu social UNISA. No. 57/XXVIII/2005
- Azra, A. (2005). Pendidikan Kewarganegaraan, Demokrasi HAM, dan Mayarakat madani. Tim ICCE UIN Jakarta: Prenada Media.
- Budimansyah, D. dan Komalasari. “Pengaruh pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Kewarganegaraan”.dalam Jurnal UPI Bandung
- Branson, M. S. (1999). Belajar Pendidikan Kewarganegaraan dari Amerika (Terjemahan Syarifuddin dkk). Yogyakarta: LKS.
- Campbell,D.T.,Stanley, J. C. Desain Eksperimental dan Kuasi-Eksperimental untuk Penelitian. Kalangan Sendiri
- Cholisin, dkk. (2007). Ilmu Kewarganegaraan. Jakarta: Universitas Terbuka
- Depdiknas. (2006). Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar isi Jakarta: Depdiknas
- E. Mulyasa. (2008). Menjadi Guru Propesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
- Hamalik. (2006). Proses Belajar mengajar. Bandung: Sinar Grafika
- Hanafiah. Nanang. Dan Cucu, Suhana, (2009). Konsep Strategi Pembelajaran. Pt Refika aditama. Bandung
- Kunandar.(2007).Guru Profesionalentasi kurikulum Tingkat satuan pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Gurua: Rajagrafindo Persada
- Mulyasa. (2008). Menjadi guru Profesional. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya
- Kemendikbud (2013). Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013 tentang Kriteria Hasil Belajar
- Riyanto, Yasin. (2010). Pradigma Baru Pembelajaran 2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
- Suciati, dkk. (2007). Belajar dan Pembelajaran 2. Jakarta: UnVersitas terbuka.
- Sudjana. (2001). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
- Soemantri. (2001). Mengagas Pembelajaran Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya
- Sahabuddin. (1999). Mengajar dan Belajar. Ujung Pandang: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar
- Sugiyono. (2010). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta
- Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
- Suprijono, Agus. (2010). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Suryosubroto, B. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
- Sutrisno, Joko. (2008). Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry dalam Belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa. (Diunduh pada Tanggal 4 September 2014).
- Samsuri. (2008). Pengembangan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Membangun Karakter Warga Negara. Tidak diterbitkan
- Sutrisno Hadi,dalam Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Pendahuluan. Alfabeta, Bandung.
- Suardi, S. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Saintifik Approacd Berbasis Media Pembelajaran Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Sosiologi dalam Membangun Karakter dan Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar. Jurnal Etika Demokrasi Prodi PPKn Unismuh Makassar, 3(2).
- Suardi, S., & Kanji, H. (2018). Model Perkuliahan Metode Diskusi Transfer Mahasiswa untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Mahasiswa. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Teknologi (EST), 4(1), 48-54
- Trianto, (2010). Mendesain Model Pembajaran Inovatif, Progesif. Jakarta: Kencana
- Yamin, Martinis, (2007). Profesionalisasi guru & Implementasi KTSP. Jakarta: Gaung Persada Press
- Zamroni (Tim ICCE, 2005:7) Pendidikan Kewarganegaraan: Perpustakaan
Kasino
Olahraga
online-casino-apps