🔥 Selamat datang di Mponinja — Jelajahi tren terbaru tentang vegas-888-casino!
Acara Sampingan CS77 tentang Memodelkan Ekosistem Kreatif yang Sehat untuk Membangun Kembali Lebih Baik
Para Delegasi yang Terhormat, Rekan-rekan, Ibu-ibu dan Bapak-bapak,
Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda dalam acara sampingan Komisi ini dengan tema 'Memodelkan Ekosistem Ekonomi Kreatif yang Sehat untuk Membangun Kembali Lebih Baik' yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia dan ESCAP.
Sejak awal pandemi COVID-19, kawasan Asia-Pasifik mengalami kontraksi pertumbuhan PDB pada tahun 2020, yang menyebabkan meningkatnya kerentanan sosial-ekonomi di seluruh negara anggota.
Saat ini, pencapaian SDGs belum mencapai target tahun 2020 seperti yang disorot dalam Laporan Kemajuan SDGs Asia dan Pasifik 2021 yang baru diluncurkan pada bulan Maret 2021.
Pelajaran yang dipetik dari pandemi ini adalah perlunya membangun kembali dengan ketahanan, inklusivitas, dan keberlanjutan.
Dalam upaya pemulihan kawasan, sektor ekonomi kreatif menawarkan peluang untuk membangun kembali yang lebih baik.
Misalnya, selama pandemi, banyak orang menekuni hobi seni, membaca buku, dan menonton program di platform digital. Hal ini membantu mempertahankan ekonomi kreatif.
Namun, dimensi SDGs dari ekonomi kreatif perlu dieksplorasi lebih dalam, seperti dampaknya terhadap lapangan kerja, ketimpangan, pendidikan, gender, dan kesempatan kerja pemuda.
Industri ekonomi kreatif memberi kontribusi yang semakin besar terhadap perekonomian. Menurut UNCTAD, pasar global barang kreatif mencapai $509 miliar pada tahun 2015, setelah lebih dari dua kali lipat dari $208 miliar pada tahun 2002.
Dari sepuluh negara berkembang yang diperingkat oleh UNCTAD, sembilan di antaranya berasal dari kawasan Asia-Pasifik. Asia Timur dan Asia Tenggara mengekspor barang kreatif senilai $228 miliar saja.
Selain itu, di samping nilai komersial, ekonomi kreatif menawarkan peluang penciptaan nilai sosial – dengan mempromosikan pemahaman budaya – serta diversifikasi ekonomi.
Sebagai penutup, saya ingat misi pertama saya sebagai Sekretaris Eksekutif ESCAP ke Jakarta untuk peluncuran laporan ESCAP-British Council tentang 'Membangun Ekonomi Kreatif dan Inklusif di Indonesia'.
Pada tahun 2020, PBB mengadopsi resolusi yang mendeklarasikan tahun 2021 sebagai 'Tahun Internasional Ekonomi Kreatif untuk Pembangunan Berkelanjutan'.
Resolusi yang diajukan oleh Indonesia ini juga didukung oleh banyak negara anggota di kawasan Asia-Pasifik.
Sebagai penutup, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia dan negara-negara anggota yang mendukung atas kepemimpinan Anda dalam agenda yang sangat penting ini.
ESCAP, bersama dengan keluarga PBB, siap bekerja sama dengan pemerintah dan semua pemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi kreatif sehingga kita pulih bersama lebih baik dari pandemi di kawasan kita dan sekitarnya.
Saya berharap acara ini sukses besar.
Terima kasih banyak.
Kasino
Olahraga
fallsview-casino-resort