🔥 Selamat datang di Nila4d — Jelajahi tren terbaru tentang bet-satu-login!
Kenapa Alur Cerita dan Lore dalam Game itu Krusial?
Kehadiran alur cerita dan lore di dalam sebuah game sebenarnya punya peran yang sangat penting dari yang kamu kira, dan wajib diperhatikan pengembang game.
Gameplay memang menjadi aspek utama dalam sebuah game. Namun, akan hambar rasanya jika sang pengembang mengesampingkan aspek lain, seperti alur cerita serta lore dalam game yang memikat pemain untuk menghabiskan waktu lebih lama lagi mengendalikan controller.
Sebagai informasi, alur cerita atau storyline merupakan kejadian yang dikisahkan tengah berlangsung dalam game yang sedang kamu mainkan, sedangkan lore merupakan kisah latar dari subyek atau karakter yang hadir di dalamnya.
Lantas, kenapa hal ini begitu penting dalam sebuah game?
Membangun Ikatan Emosional
Salah satu alasan yang cukup mendasar adalah untuk membawa pemainnya merasa lebih terlibat dengan game yang dimainkan, sehingga ikatan emosional dengan pemain pun terbangun.
Sebab, berbeda dengan film yang hanya membawa penontonnya menikmati cerita di depan layar, video game juga melibatkan pemainnya di balik kemudi controller, seolah-olah merekalah karakter utama dalam cerita itu. Efeknya, pemain akan makin terpancing mengikuti kisah selanjutnya yang coba ditawarkan, dengan melewati segudang rintangan di tiap stage, misi, atau level.
Ini jadi salah satu alasan mengapa game The Last of Us begitu booming. Selain karena gameplay-nya yang memang bagus, cerita game The Last of Us yang manis dan tragis punya kekuatan magis tersendiri. Itulah mengapa banyak yang merasa empati terhadap Joel dan Ellie, saat keduanya dihadapkan dalam situasi sulit.
Hanya saja, hal ini bisa jadi bumerang, terutama bila alur cerita yang disajikan jelek atau tidak sesuai dengan ekspektasi. Bila masih tertolong dengan gameplay yang menarik, pemain mungkin saja masih akan menyelesaikan game, tapi jangan harap mereka akan memberikan ulasan positif.
Bahkan, game dengan gameplay sederhana saja, bila dijahit dengan kekuatan alur cerita yang nikmat, berpotensi besar untuk memikat para gamer. Coffee Talk dari Toge Production jadi contoh paling gampang.
Kualitas grafisnya indah tapi sederhana, begitu pula dengan gameplay-nya. Namun, berkat alur cerita santai, emosional, dan ringan yang jadi senjata utamanya, mampu memberikan reputasi Overwhelmingly Positive di halaman Steam, dan ramai pujian sana sini.
Kesempatan Bermain Menjadi “Tuhan”
Sadar akan potensi tinggi yang bisa dimainkan dalam sebuah alur cerita, game dengan gaya decision-based pun lahir. Ketimbang mengikuti alur cerita yang sudah fixed, game jenis ini justru memberikan kendali yang lebih luas untuk pemainnya: Kontrol terhadap alur cerita game itu sendiri.
Game dengan unsur decision-based makin disukai belakangan ini, dan pengembang yang menanam sistem ini ke dalam game-nya juga makin menjamur.
Kasarnya, game dengan konsep decision-based akan memberikan pemain kendali seolah-olah menjadi "Tuhan" yang dapat menentukan alur cerita, yang tentu saja datang dengan konsekuensi di belakang. Bila pemain salah menentukan pilihan atau memutuskan untuk bertindak seenak jidat di sepanjang game, akhir cerita yang akan didapatkan bisa saja fatal.
Contoh populer dan sederhana untuk mekanisme ini adalah Red Dead Redemption 2, yang sangat bergantung dengan sistem reputasi. Semakin buruk perlakuanmu terhadap NPC, maka akhir cerita Red Dead Redemption 2 yang kamu dapatkan akan cukup brutal.
Detroit: Become Human adalah contoh lain yang lebih kompleks, sebab menjadikan decision-based sebagai fitur utamanya. Tiap aksi akan dipertanyakan lewat pilihan yang wajib dipilih. Salah memilih, bisa saja karakter utama yang akan jadi korban di pertengahan cerita.
Kebebasan menentukan cerita inilah yang jadi daya tarik baru dalam sebuah game, terutama yang berjenis decision-based. PR terbesar bagi si pengembang? Tentu saja meracik beberapa opsi alur cerita semenarik mungkin yang tak bisa ditebak si pemain.
Makin Cinta dengan Karakter Favorit
Berkat lore yang menarik, secara tidak langsung akan menimbulkan rasa empati terhadap karakter di dalam game, entah ia karakter utama atau hanya sekedar karakter sampingan NPC. Apalagi, bila dibarengi dengan character development yang mantap.
Arthur Morgan dari Red Dead Redemption 2 mungkin jadi salah satu karakter dengan development yang paling menarik. Datang dari background outlaw yang tak segan merampok dan membantai siapapun, hati nuraninya mulai tergugah ketika dirinya dikendalikan oleh pemain. Tanpa bermaksud membeberkan spoiler, tak sedikit pemain yang terharu dan salut dengan transisi Arthur dari awal hingga akhir game.
Sedangkan untuk game kompetitif, jangan kira lore tidak punya peran penting di dalamnya. Justru, lore merupakan salah satu aspek yang harus dipikirkan matang-matang oleh pengembang game, meski memang gameplay tetap jadi nilai jual utamanya.
Meski tidak berdampak langsung terhadap gameplay, namun lore dapat membuat pemainnya makin jatuh cinta dengan karakter jagoannya. Contoh mudahnya seperti Jin dalam franchise Tekken, atau Mei dalam franchise Overwatch. Meski Mei cukup jarang digunakan dalam game, tapi berkat lore karakternya yang menarik, membuatnya selalu diingat dan punya basis penggemar tersendiri.
Potensi Ladang Cuan Baru!
Selain untuk membangun ikatan emosional yang mendalam antara game dengan pemainnya, keuntungan lain dari alur cerita dan lore yang mantap, adalah potensi untuk mendapatkan cuan yang lebih besar bagi si pengembang game.
Ini adalah rumus matematika yang sederhana. Bila sebuah game memiliki alur cerita yang serta lore karakter yang menarik (tentu saja musti dibarengi dengan gameplay yang bagus juga, ya), dan berhasil menembus pagar popularitas di kalangan gamer, maka potensi untuk menggarap proyek lainnya yang berhubungan dengan game itu, jelas sangat besar.
Selain sekuel yang jadi jawaban obvious, proyek spin-off dari karakter yang paling disenangi penggemar, bisa menjadi potensi baru untuk digali. Tak sampai di sana, berkat alur cerita game yang menarik, juga berpotensi besar untuk diadaptasi dalam bentuk lain, sebut saja menjadi film live-action.
Meski punya sejarah yang kurang menyenangkan, mulai banyak tayangan adaptasi video game yang punya kualitas jempolan dalam dekade terakhir. Sebut saja seperti film The Super Mario Bros. Movie, serial The Last of Us, atau serial spin-off Knuckles yang sejatinya datang dari karakter sampingan.
Game Indonesia pun juga tak mau ketinggalan tren ini, seperti hadirnya film Dreadout dan Pamali dari game lokal dengan judul sama. Siapa tau, akan ada game Indonesia lain dengan alur cerita keren yang diangkat jadi film di masa depan. A Space for the Unbound, mungkin?
Cerita Bagus = Fanbase Setia Bejibun
Inilah salah satu aspek yang paling krusial. Bila alur cerita dan lore mampu disajikan dengan matang dan berkualitas, maka secara tak langsung mampu mendatangkan basis penggemar setianya sendiri. Bila game tersebut punya popularitas tinggi, maka fanbase yang menyenangi karakter atau game-nya secara keseluruhan, juga akan bertambah besar.
Contoh nyatanya dari hal ini adalah fanbase dari franchise GTA yang dikenal luar biasa antusias. Bahkan, sampai ada penggemar GTA yang nekat bersikap ekstrem demi mencari tahu informasi kapan GTA 6 rilis. Masih ingat dengan kejadian penggemar yang nekat menggrebek kantor Rockstar dua tahun lalu?
Meski terkesan negatif, ini jadi bukti kuat bagaimana sebuah franchise game yang selalu hadir dengan formula cerita, lore, gameplay, dan kualitas visual mantap, menembus puncak popularitas dengan basis fanbase yang begitu kuat. Kami sudah bisa membayangkan gimana meledaknya saat GTA 6 tiba dalam beberapa tahun nanti.
Hal yang sama juga berlaku untuk alur cerita The Witcher 3: Wild Hunt. Di samping world building dan gameplay yang bagus, alur cerita dan lore yang memorable adalah fondasi kuat yang menopang game ini, meski ceritanya tak 100% akurat dengan versi novelnya. Tak heran ia masih digadang-gadang sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa, dengan basis fanbase yang sangat kuat hingga sekarang.
Itulah beberapa alasan mengapa alur cerita dan lore dalam game begitu krusial, apapun genrenya. Pengembang game baru mungkin bisa memperhatikan aspek ini. Ketimbang mengutamakan gameplay yang kadang tak ada bedanya dengan game kompetitor, mungkin memperkuat aspek cerita bisa jadi pertimbangan. Sebab, masih banyak gamer di luar sana yang masih menghargai kualitas dari sebuah cerita.
Kalau menurut kamu, cerita dan lore di dalam game itu penting enggak sih? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!
Kasino
Olahraga
hujan-bet-slot