🔥 Selamat datang di Online Australian Casino — Jelajahi tren terbaru tentang mega99!
Menginap di Sheraton Grand Macao
Assalamualaikum. Belakangan ini saya terlalu sering membicarakan kehamilan. Mari kita beralih ke postingan yang lebih asyik. Ini masih kilas balik saat bulan madu kemarin. Karena banyak bahan yang bisa dijadikan tulisan, jadi tak kunjung selesai. Ngomong-ngomong, saya baru tahu beberapa waktu lalu bahwa hanya Sheraton tertentu yang bisa mendapat label 'Grand.' Makanya saya senang sekali bisa menginap di Sheraton Grand Macao. Dibandingkan menginap di hotel bintang lima di Jakarta yang masih terasa berat di kantong. Pernah juga menginap di Sheraton Bandung, tapi itu pun berbagi dengan teman-teman. Sheraton selalu nyaman dengan tempat tidur yang empuk, bikin tidur nyenyak.
Awal cerita kenapa bisa menginap di Sheraton Grand Macao ini karena dalam perjalanan ke Hongkong dan Macau, biaya terbesarnya ternyata ada di biaya penginapan. Harga properti di kedua tempat memang mahal. Jadi, saya sebagai pemesan memutuskan untuk menginap di hotel bagus satu malam saja, baik di Macau atau Hongkong. Ternyata di Hongkong, hotel murah cukup banyak yang sekitar 500 ribuan dan terlihat oke. Sedangkan di Macau, hotel murah sudah di angka 700 ribuan. Makanya sekalian saja menginap di hotel mewah untuk pengalaman hidup, juga agar bulan madu terlihat lebih serius. Bukan berarti tidak serius, tapi banyak agenda berpetualang jadi kurang santai. Di Sheraton Grand Macau, niatnya memang untuk menikmati suasana dan mengalir saja.
Hotel Sheraton Grand Macao
Kami menginap di Sheraton Grand Macau juga dengan pertimbangan lokasinya yang dekat bandara karena kami ke Macau lagi di hari terakhir sebelum kembali ke Jakarta melalui Bandara Internasional Macau. Cara ke hotel besar di Macau cukup mudah, tinggal naik bus kasino. Sheraton Grand Macau memiliki shuttle sendiri dengan logo Sands, karena lokasinya di Sands Cotai Central. Kami menyeberang dari Hongkong, jadi naik shuttle yang tersedia di Terminal Feri Macau. Sempat ditanya saat mau naik, tujuan ke mana, bilang saja menginap di Sheraton maka akan disambut ramah dan dipersilakan naik.
Lokasi Sheraton Grand Macao ada di Sands Cotai Central yang juga ada kasinonya, jadi akan melewati kasino sebelum masuk ke area hotel. Tempatnya besar seperti mal. Tempat makan dan belanja banyak. Kami sempat makan di McDonald's setelah check-in karena sudah jam makan siang. Kenapa pilih McDonald's? Karena ada fish burger yang relatif aman. Khawatir tidak halal jika ke tempat makan lain. Juga khawatir mahal jika ke restoran di sana. McDonald's jelas harganya. Tapi McDonald's di dalam Sands berbeda harganya dengan di kota, lebih murah yang di kota.
Check-in terlihat sepi tapi yang sebelum kami lama sekali selesainya. Ternyata kami kurang cerdas, seharusnya jangan check-in di lobi dekat tempat turun shuttle, di lobi sisi lain Sands Cotai Central lebih sepi dan cepat. Untuk jaminan menginap, kami harus memberikan nomor kartu kredit atau uang tunai senilai 1000 HKD atau MOP. Saya pakai kartu kredit. Aman saja. Enaknya pakai kartu kredit saat check-out jadi super mudah. Tinggal mengembalikan kartu kamar.
Saya memesan melalui booking setelah membandingkan beberapa situs dan aplikasi penyedia jasa pemesanan hotel. Tentu pilih opsi termurah. Saya memberi catatan supaya diberi kamar dengan jendela karena sedang bulan madu. Dan diberi kamar dengan pemandangan kolam renang, bagus sekali. Juga diberi kue sambutan yang rasanya enak banget. Lumayan untuk sarapan karena esoknya kami harus berangkat pagi-pagi.
Kamarnya luas banget. Fasilitas lengkap, ada sepasang jubah mandi putih bersih, setrika, timbangan, dan lainnya. Kamar mandinya juga luas meski ada bathtub tetap lega. Tehnya TWG dan ada kopi dengan alat pembuatnya. Ada kopi campuran premium juga. Tapi kopinya sepertinya robusta. Kami maklum karena di sana mungkin tidak ada kebun kopi.
Ada yang berbeda dari layanan hotel-hotel bagus di Macau, mereka selalu menyediakan smartphone dan wifi yang bisa dibawa-bawa. Jadi jika tidak membeli kartu SIM lokal untuk smartphone, bisa menggunakan fasilitas ini.
Berkat menginap di sini, akhir perjalanan jadi terasa lebih rileks. Meski Sands Cotai Central ada kasino dan pusat perbelanjaan, di Sheraton Grand Macao ini damai dan tenang. Makin nyaman untuk istirahat.
Berjalan-jalan di Kota Macau
Lokasi Sands Cotai Central ini dekat dengan kasino lain seperti The Venetian yang pernah menjadi lokasi syuting drama Korea atau Taiwan? Lupa. Pokoknya The Venetian ini meniru Venesia, ada sungai buatan dengan gondola. Jika ingin berkeliling Venetian menyusuri kanal-kanalnya sambil dinyanyikan ala Venesia, bisa. Bedanya ini di dalam mal besar. Kayaknya paling lengkap di sini untuk merek-merek fesyen dibanding tempat lain. Di Sands Cotai Central tokonya lebih sedikit.
Kasino yang juga cantik dan patut ditelusuri di sekitar Sheraton Grand Macao adalah The Parisian. Ada miniatur Menara Eiffel di luarnya.
Sorenya kami sempat ke kota, saya membeli kosmetik dan skincare di sekitar Lapangan Senado. Naik bus yang memakai koin dari dekat Sands Cotai Central, tepatnya di halte depan City of Dream (gedung sebelah Sands Cotai Central).
Pulang dari belanja skincare dan kosmetik, kami mampir ke supermarket lokal. Niatnya mau beli air mineral saja. Ternyata harganya jika dikurskan ke rupiah sama dengan harga air mineral di sini. Langsung kami jajan. Beli minuman teh, air mineral beli banyak sekalian. Belanja mie instan cup besar. Sebenarnya ingin Samyang tapi sayang Samyang di Macau tidak halal seperti di Hongkong. Yaudah beli yang ada label halalnya saja. Harganya masuk akal.
Sayang sekali tahu harga barang-barang di supermarket lokal Macau ternyata mirip dengan harga di Jakarta pas sudah mau pulang. Jika tahu di awal, pas di Hongkong kami akan membawa air mineral banyak-banyak dan beli buah pasti.
Di malam hari pemandangan dari kasino-kasino ini cantik-cantik karena banyak lampu. Di City of Dream sebelah Sands Cotai Central ada House of Dancing Water, jika suka menonton pertunjukan seperti itu, jangan lupa diagendakan dan dipastikan jadwalnya.
Kami ke bandara pagi-pagi sekitar pukul 05:00 naik taksi dari depan hotel. Meski percakapan terbatas, sepertinya sopir taksi di Macau bukan yang mengharapkan tip dari wisatawan. Driver taksi yang kami tumpangi buru-buru memberikan uang kembalian saat kami memberi uang lebih. Sepertinya aman naik taksi di Macau berdasarkan pengalaman kami ini. Padahal itu pagi buta. Sebenarnya sempat ingin naik Uber tapi mobilnya jarang. Jadi kami naik taksi yang sudah banyak tersedia. Daripada telat ke bandara.
Sekian sharing pengalaman saya di Macau untuk yang kedua kalinya. Pengalaman pertama sangat singkat, yang kedua lebih banyak berbaur hingga ikut merasakan moda transportasi dan belanja di supermarket lokal. Kayaknya suami saya ingin kembali ke Macau karena dia belum sempat melihat Panda Raksasa Macau.
Kasino
Olahraga
paito-japan