🔥 Selamat datang di Rocket77 — Jelajahi tren terbaru tentang live-games-casino!
Abstrak
Pola konsumsi masyarakat Indonesia saat ini menjadikan produk mi sebagai makanan pendamping atau pengganti nasi. Hal ini berpengaruh besar terhadap status gizi masyarakat seperti kekurangan protein. Tingkat konsumsi protein hewani di Indonesia masih tergolong rendah. Kandungan protein ikan wader sebesar 14,88% cocok untuk bahan baku pangan produk mi kering. Mi kering merupakan makanan paling populer di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat perbandingan ikan wader terhadap kualitas mutu fisikokimia mi kering serta rendemen dan daya kembang. Formulasi mi kering dengan perbandingan ikan wader:tepung terigu 0:100, 20:80, 25:75, 30:70, 35:65. Analisis mi kering meliputi uji rendemen, daya kembang, kadar air, lemak, protein, abu, abu tidak larut dalam asam, dan karbohidrat. Hasil analisis ANOVA memperlihatkan bahwa perbandingan daging ikan wader dan tepung terigu berpengaruh nyata dengan perhitungan rendemen, kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, dan kadar karbohidrat, tetapi tidak berpengaruh nyata dengan kadar abu tidak larut dalam asam. Hasil bobot nilai terbaik didapatkan dari perbandingan konsentrasi ikan wader dan tepung terigu sebesar 25:75 dengan nilai rendemen sebesar 60,27%, daya kembang 120%, kadar air 11,13%, kadar lemak 1,6%, kadar protein 13,55%, kadar abu 2,13%, kadar abu tidak larut dalam asam 0,014% dan kadar karbohidrat sebesar 71,6%.
Kata Kunci
fisikokimia; ikan wader; mi kering; protein
Informasi Artikel
Penulis: Isnaini Rahmadi, Athalla Rania Insyra, Wildan Suhartini
Afiliasi: Program Studi Teknologi Pangan, Institut Teknologi Sumatera, Indonesia
Jurnal: METANA, Vol. 19, No. 2, pp. 91-99, Desember 2023
DOI: 10.14710/metana.v19i2.57022
Kasino
Olahraga
online-casino-payouts