🔥 Selamat datang di Rtp Mpogacor — Jelajahi tren terbaru tentang spread-betting-calculator!
Alur Cerita
Kisah ini disampaikan oleh seorang narator (yang jelas merupakan versi fiksi dari Edgar Allan Poe sendiri) yang menyatakan bahwa ia dituduh menulis cerita tanpa pesan moral. Narator menegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar karena para kritikus mampu menemukan moral dalam karya fiksi apa pun, terlepas dari apakah penulisnya bermaksud demikian. Namun, narator memutuskan untuk menanggapi kritik tersebut dengan menulis sebuah cerita yang moralnya sudah jelas tercantum dalam judulnya.
Kisah ini menceritakan tentang Toby Dammit yang malang. Narator mengenal Toby Dammit sejak ia masih bayi. Ibu Toby Dammit berusaha mendidiknya dengan baik dengan terus-menerus memukulinya. Sayangnya, ia kidal. Karena pemukulan dengan tangan kanan membuat anak lebih berperilaku baik, maka pemukulan dengan tangan kiri justru memperburuk perilaku mereka. Akibatnya, Toby Dammit tumbuh menjadi pemabuk, penuh nafsu, dan suka membual. Ia juga terpengaruh oleh kaum transendentalis. Dammit sangat gemar bersumpah, mengutuk, dan menggunakan frasa yang terdengar seperti ia memasang taruhan. Namun, tidak ada yang pernah menanggapi taruhannya itu. Selain itu, karena ia sangat miskin, Toby Dammit tidak pernah bertaruh uang. Sebagai gantinya, ia menggunakan ungkapan seperti, "Saya bertaruh apa pun yang Anda suka", "Saya bertaruh apa pun yang Anda berani", "Saya bertaruh sepele", atau "Saya pertaruhkan kepala saya kepada Iblis". Akhirnya, ia berhenti menggunakan ungkapan lain dan hanya selalu mengatakan, "Saya pertaruhkan kepala saya kepada Iblis". Narator menganggap hal itu vulgar dan memohon kepada Dammit untuk berhenti mengatakannya. Namun, permohonannya tidak dihiraukan.
Suatu hari, narator dan Toby Dammit berjalan-jalan bersama. Mereka memasuki jembatan panjang beratap yang melintasi sungai. Jembatan itu memiliki sedikit jendela dan gelap di dalamnya. Ada beberapa rintangan di tanah. Toby Dammit bersikeras melompati rintangan-rintangan itu. Di pintu keluar jembatan, terdapat pintu putar yang tinggi. Narator melewatinya. Toby Dammit berkata bahwa ia akan melompatinya dengan gaya yang flamboyan. Narator menyuruhnya untuk tidak dengan sombong mengklaim bahwa ia bisa melakukan sesuatu yang mustahil baginya. Dammit berkata bahwa ia akan mempertaruhkan kepalanya kepada Iblis bahwa ia bisa melompati pintu putar itu.
Narator tiba-tiba menyadari kehadiran seorang lelaki tua kecil yang mengenakan setelan hitam dan celemek sutra hitam. Lelaki tua itu berkata bahwa ia yakin Toby Dammit dapat melompati pintu putar dengan gaya flamboyan. Ia menyuruh Toby Dammit mundur agar ia dapat mengambil ancang-ancang lari menuju pintu putar. Lelaki tua itu berkata bahwa ia akan mengucapkan, "satu, dua, tiga dan lompat" dan Dammit harus mulai berlari saat ia mengatakan "dan lompat". Narator bertanya-tanya apa urusan lelaki tua itu dalam menyuruh Toby Dammit melompat. Ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan melompat jika lelaki tua itu memintanya, seraya menambahkan bahwa ia tidak peduli siapa si iblis lelaki tua itu. Narator mendengar kata-kata terakhirnya bergema kembali kepadanya.
Toby Dammit berlari ke arah pintu putar dan hampir berhasil melompatinya. Ia jatuh di sisi pintu putar yang sama dari mana ia memulai. Lelaki tua itu menghampiri Toby Dammit. Ia mengambil sesuatu yang dibungkusnya dalam celemek sebelum pergi. Narator mendekati Toby Dammit dan melihat bahwa ia telah kehilangan kepalanya. Ia melihat ada palang besi di atas pintu keluar jembatan dan memutuskan bahwa Toby Dammit pasti telah membenturkan kepalanya ke palang itu.
Meskipun kehilangan kepala, Toby Dammit tidak langsung mati. Ia dirawat oleh seorang homeopatis selama beberapa hari. Namun, Toby Dammit akhirnya meninggal. Narator mengirimkan tagihan pemakaman Dammit kepada kaum transendentalis. Ketika mereka menolak membayar, narator menggali mayat Toby Dammit untuk dijual sebagai makanan anjing.
Adaptasi
"Jangan Pernah Pertaruhkan Kepalamu kepada Iblis" adalah salah satu dari tiga cerita pendek Edgar Allan Poe yang diadaptasi untuk film Perancis-Italia tahun 1968 Histoires extraordinaires (dirilis di Amerika Serikat sebagai Edgar Allan Poe's Spirits of the Dead dan di Inggris sebagai Tales of Mystery ). Segmen yang secara longgar didasarkan pada "Jangan Pernah Pertaruhkan Kepalamu kepada Iblis" disutradarai oleh Federico Fellini. Dalam versi bahasa Inggris film tersebut, segmen ini berjudul "Toby Dammit". Ini adalah satu-satunya dari tiga segmen dalam film yang aksinya berlangsung di masa kini. Segmen ini dibintangi oleh Terence Stamp sebagai Toby Dammit, seorang mantan aktor Shakespeare yang berjuang melawan alkoholisme. Dammit datang ke Roma untuk membuat film. Ia melihat Iblis dalam wujud seorang gadis kecil yang sedang bermain bola.
Sebuah drama radio Amerika yang setia diadaptasi dari "Jangan Pernah Pertaruhkan Kepalamu kepada Iblis" diproduksi sebagai episode dari The CBS Radio Workshop. Episode ini pertama kali ditayangkan di Amerika Serikat pada 28 Juli 1957. Episode ini dibintangi oleh John Dehner sebagai Edgar Allan Poe (narator), Daws Butler sebagai Toby Dammit, dan Howard McNear sebagai Iblis.
Catatan Kaki
Film tahun 1968 Histoires extraordinaires terdiri dari tiga segmen, masing-masing didasarkan pada cerita pendek Edgar Allan Poe yang berbeda dan masing-masing dengan sutradara yang berbeda. Dua cerita lain yang diadaptasi untuk film tersebut adalah "Metzengerstein" dan "William Wilson".
Kasino
Olahraga
vegas88-casino