🔥 Selamat datang di Sweep Coin Casino — Jelajahi tren terbaru tentang kiwi-casino!
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio reaktan, pH dan waktu reaksi terhadap nilai swelling power, solubility, dan derajat substitusi tepung gadung terasetilasi. Asetilasi dilakukan dengan mendispersikan 20 gram tepung gadung ke dalam 100 mL akuades. pH diatur hingga nilai tertentu (8, 9, dan 10) dengan penambahan NaOH 1 M. Slurry diaduk selama 30 menit. Setelah itu, asam asetat dengan rasio tertentu 1:3, 1:4, dan 1:5 (berat asam asetat:berat tepung) ditambahkan secara perlahan ke dalam campuran reaksi. pH campuran dijaga ke kondisi awal dengan penambahan NaOH 1 M. Reaksi asetilasi dibiarkan berlangsung selama waktu tertentu (10, 20, 30, 40, 50, dan 60 menit) kemudian dihentikan dengan penambahan HCl 1 M sampai pH 5,5. Tepung terasetilasi disaring dan dicuci dengan air suling sebanyak tiga kali pencucian dengan rasio berat pencucian 1:3 (b/v). Tepung terasetilasi dikeringkan pada suhu 50 °C sebelum dianalisa nilai daya kembang, kelarutan, dan derajat substitusinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kondisi optimal diperoleh pada tepung yang dimodifikasi dengan rasio reaktan 1:3, pH 8, dan waktu reaksi 30 menit, dengan nilai swelling power, solubility, dan derajat substitusi sebesar 7,3 g/g; 18,6%; dan 0,033.
Kata kunci: gadung, asetilasi, swelling power, solubility, derajat substitusi
Kasino
Olahraga
black-hawk-casino