🔥 Selamat datang di Zeus 138 Slot Login — Jelajahi tren terbaru tentang bet-lengkap-pramuka-penggalang!
Analisis Korelasi Volatilitas Harga Saham BBNI dengan Inflasi di Indonesia Periode 2004-2023
Kata Kunci
BBNI, Harga saham, Inflasi
DOI
doi
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara volatilitas harga saham BBNI dengan inflasi di Indonesia selama periode 2004 hingga 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis korelasi Pearson untuk mengukur kekuatan dan arah hubungan antara kedua variabel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup harga saham bulanan BBNI dan data inflasi Indonesia yang diperoleh dari sumber resmi. Sebelum melakukan uji korelasi Pearson, dilakukan terlebih dahulu uji normalitas dengan menggunakan uji Jarque-Bera untuk memastikan bahwa data memenuhi asumsi distribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang lemah antara volatilitas harga saham BBNI dan inflasi, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,239814. Meskipun pengaruh inflasi terhadap volatilitas harga saham BBNI tidak terlalu besar, hubungan tersebut signifikan secara statistik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti kondisi ekonomi global dan kebijakan moneter, turut memengaruhi volatilitas harga saham. Temuan ini memberikan wawasan bagi investor dan pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan inflasi sebagai salah satu faktor risiko dalam pengambilan keputusan investasi dan perumusan kebijakan ekonomi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun inflasi memengaruhi volatilitas harga saham BBNI, pengaruh tersebut lemah dan harus dipertimbangkan bersama dengan variabel lain yang berperan dalam dinamika pasar saham.
Referensi
- Ahmed, M. A., & Mustafa, M. (2020). Inflasi dan Volatilitas Pasar Saham: Bukti dari Ekonomi Berkembang. Journal of Economic Studies, 47(6), 1185-1200.
- Amihud, Y. (2002). Ketidaklikuidan dan return saham: Efek cross-section dan time-series. Journal of Financial Markets, 5(1), 31-56.
- BPS. (2008). Statistik Ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik.
- Fama, E. F. (1981). Return Saham, Aktivitas Riil, Inflasi, dan Uang. The American Economic Review, 71(4), 545-565.
- Fama, E. F., & Schwert, G. W. (1977). Return aset dan inflasi. Journal of Financial Economics, 5(2), 115-146.
- Fisher, I. (1930). Teori Bunga. Macmillan.
- Hull, J. (2018). Opsi, Futures, dan Derivatif Lainnya (10th ed.). Pearson.
- Mankiw, N. G. (2020). Makroekonomi (10th ed.). Worth Publishers.
- Mishkin, F. S. (2019). Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan (11th ed.). Pearson.
- OECD. (2020). Ekonomi Dunia dalam Ketegangan: Laporan COVID-19. OECD Economic Outlook.
- Omran, M. (2003). Analisis Runtun Waktu Dampak Suku Bunga Riil dan Inflasi terhadap Volatilitas Pasar Saham di Mesir. International Journal of Business, 8(3), 351-364.
- Ross, S. A. (1976). Teori arbitrase penetapan harga aset modal. Journal of Economic Theory, 13(3), 341-360.
- Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2010). Ekonomi. McGraw-Hill.
- Schwert, G. W. (1989). Mengapa volatilitas pasar saham berubah seiring waktu? Journal of Finance, 44(5), 1115-1153.
- Sharpe, W. F. (1964). Harga Aset Modal: Teori Keseimbangan Pasar dalam Kondisi Risiko. Journal of Finance, 19(3), 425-442.
- Sutrisno, S., Ahmad, M., & Suryanto, T. (2020). Pengaruh inflasi terhadap volatilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Keuangan, 12(3), 157-173.
Kasino
Olahraga
situs-bola-bet-1000