🔥 Selamat datang di 88TANGKAS — Jelajahi tren terbaru tentang fnv-outside-bets!
Mencampur Keanggunan dan Spionase: Kisah di Balik Vesper Martini James Bond
Jika ada satu koktail yang memiliki padanan fiksi, itu adalah Martini. Minuman pilihan James Bond adalah ramuan yang elegan, kering, dan mudah beradaptasi yang hadir dalam banyak variasi. Sejak novel mata-mata Ian Fleming tahun 1953, 007 telah memesan minuman khasnya sendiri—Vesper Martini—di layar dan luar layar, dengan prasyarat bahwa itu 'Dikocok, tidak diaduk'. Meskipun asal usul koktail ini tidak jelas, mungkin namanya berasal dari merek vermouth Martini; tetapi akar Vesper tercatat dalam halaman salah satu seri mata-mata terbesar yang pernah dibuat—dan James Bond sendiri lebih menyukai Kina Lillet.
"A dry martini," katanya. "Satu. Dalam gelas sampanye yang dalam." "Oui, monsieur." "Sebentar. Tiga takaran Gordon's, satu takaran vodka, setengah takaran Kina Lillet. Kocok hingga sangat dingin, lalu tambahkan sepotong besar kulit lemon tipis. Mengerti?"
'Dikocok, tidak diaduk' sejak itu menjadi istilah terkenal dalam seri film, dimulai dengan Dr No, di mana pelayan Bond meyakinkan mata-mata kita bahwa Vodka Martini-nya 'tidak diaduk'. Dalam Goldfinger agen kita akhirnya mengucapkan kalimat abadi itu untuk pertama kalinya, sebelum secara sadar diparodikan dalam You Only Live Twice tahun 1967, ketika kontak Bond, Dikko Henderson, memberikan Martini yang diaduk, dan 'tidak dikocok' kepada mata-mata yang tidak terkesan. Secara alami, setiap referensi semakin bersifat lucu selama era Roger Moore (terutama dalam satu adegan di mana musuhnya, Jaws, dihancurkan dalam The Spy Who Loved Me). Namun hal ini tetap menjadi konstanta seri, dan hubungan koktail dengan 007 telah menjadi terkenal selama bertahun-tahun.
Asal usul Vesper Martini bukanlah melalui kejeniusan seorang bartender, melainkan Fleming sendiri, dan minuman pilihan 007 ini telah ditambahkan ke dalam kanon resep Martini yang terhormat—meskipun bahan-bahan tertentu, seperti Kina Lillet, kini mustahil ditemukan. Bartender yang baik seharusnya dapat membuatnya, dan di beberapa tempat, seperti Duke's Bar yang terkenal di Mayfair London, minuman ini telah menjadi spesialisasi. Fleming sendiri (yang tidak asing dengan minuman keras) adalah pelanggan tetap, dan diyakini bahwa Vesper Martini pertama kali dirumuskan oleh penulis selama salah satu kunjungan rutinnya ke Duke's, kemudian dihidupkan dalam Casino Royale.
Nama koktail ini diambil dari nama kekasih Bond, Vesper Lynd. Penulis juga pernah menggunakan nama 'Vesper' saat mendeskripsikan koktail berbasis rum miliknya di persembunyian Goldeneye di Jamaika—ramuan yang lebih beralkohol, mungkin kurang canggih dibandingkan versi Martini. Meskipun seseorang selalu dapat menemukan Vesper Martini di alamat-alamat paling kosmopolitan, baru setelah adaptasi film tahun 2006, Casino Royale, koktail ini mencapai ketenarannya saat ini. Agen Daniel Craig dengan mulus menjelaskan pesanan minumannya di seberang meja poker dari penjahat bermata tajam Le Chiffre (diperankan oleh Mads Mikkelsen)—dan sejak saat itu, ribuan pengunjung meminta bartender mereka untuk meniru adegan itu. Ini seharusnya tidak mengejutkan. Vesper Martini adalah contoh lain dari menghidupkan fantasi serial James Bond—mengenakan jam tangan favorit agen elegan kita, setelan yang sempurna, dan menikmati pilihan koktailnya. Namun lebih dari itu, minuman ini memiliki kelebihan lain yang dihargai oleh penggemar Bond atau siapa pun: Ini adalah Martini yang sangat enak.
Kasino
Olahraga
atas-casino