🔥 Selamat datang di SBCTOTO — Jelajahi tren terbaru tentang neue-online-casino!
Penguatan Pangan Lokal Berkelanjutan Melalui Edukasi Dapur Sehat Atasi Stunting Bagi Keluarga Berisiko
Penulis: Binaridha Kusuma Ningtyas, Hidayah Murtiyaningsih, Laras Sekar Arum (Universitas Muhammadiyah Jember)
DOI: doi
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pangan Lokal Berkelanjutan, Stunting
Tanggal Publikasi: 2023-06-30
Edisi: Vol. 1 No. 2 (2023): Juni
Abstrak
Stunting telah menjadi masalah serius dan menjadi isu global. Kondisi stunting merupakan malnutrisi yang dapat menghambat perkembangan fisik dan kecerdasan anak, sehingga akan berdampak pada kualitas hidup di masa depan. Penyelesaian stunting membutuhkan waktu yang sangat lama. Hal ini memerlukan perubahan perilaku, pola pikir, dan komitmen politik yang kuat dari para pemangku kepentingan. Pemahaman stunting tidak hanya masalah kesehatan, tetapi juga mencakup aspek yang lebih luas. Stunting adalah masalah multidimensi yang erat kaitannya dengan ketidaksetaraan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Pemerintah telah melaksanakan banyak program atau kebijakan untuk menangani stunting, secara signifikan memperkuat pendamping atau kader di tingkat desa. Upaya ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan dalam penanganan stunting, terutama bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Selain memperkuat pendamping di lapangan, masyarakat dapat mendukung lembaga Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). DASHAT adalah program berbasis partisipasi masyarakat untuk mendorong gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting dengan memperkuat sumber pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan edukasi dan pendampingan DASHAT dengan mendorong penguatan pangan lokal bagi keluarga berisiko stunting. Kegiatan ini menggunakan pendekatan pusat yang digerakkan oleh masyarakat. Melalui pendekatan ini, peserta mengidentifikasi dan mengembangkan menu berbasis pangan lokal yang dapat digunakan untuk memenuhi gizi seimbang guna mengatasi stunting. Kegiatan ini dapat menjelaskan kepada keluarga berisiko bahwa jika diolah dengan benar, sumber pangan lokal dapat menghasilkan makanan bergizi.
Referensi
- Empatika. (2022). Perilaku Pengasuhan untuk Gizi dan Perkembangan Anak di Malawi: Desain yang Digerakkan oleh Masyarakat. Save The Children International.
- Organisasi Pangan dan Pertanian. (2008). Pengantar Konsep Dasar Keamanan Pangan Informasi untuk Tindakan. Program Keamanan Pangan EC-FAO.
- Holmes, Rebecca. (2015). Peran Perlindungan Sosial dalam Menangani Masalah Kerawanan Pangan dan Gizi-Kurang di Indonesia: Sebuah Pendekatan Gender. Jakarta: The SMERU Institute.
Kasino
Olahraga
pin-up-casino-withdrawal-limit